Matras News, Jakarta – Presiden RI terpilih Prabowo Subianto, Perlu mempertimbangkan untuk membentuk, Kementerian Urusan Kawasan Timur Indonesia.
Keberadaan Kementerian ini sangat strategis sifatnya, ungkap Engelina Pattiasina. Menurut nya, untuk mempercepat perkembangan pembangunan Kawasan Timur dengan tujuan, agar lebih fokus menangani berbagai program yang strategis di kawasan ini.
Engelina Pattiasina mengatakan, bahwa keberadaan Kementerian bidang Kawasan Timur Indonesia, bukanlah untuk membedakan antara kawasan di Indonesia, tetapi merupakan bentuk Afirmasi atau keberpihakan terhadap upaya mempercepat “laju pembangunan di kawasan timur, artinya, bahwa kawasan ini agar bisa mengejar adanya ketertinggalan.
Menurut Engelina Pattiasina, saat Gus-Dur, menjadi Presiden, kawasan Timur Indonesia akan ditetapkan sebagai salah satu kawasan otonom.
Artinya, bahwa kawasan timur Indonesia harus diberikan Kementrian urusan Kawasan Timur. Gagasan mengenai hal ini pernah di lontarkan oleh Gus-Dur, dan sangat tepat untuk dikaji.
Menurut Engelina Pattiasina, bahwa Gus Dur mempunyai pemikiran untuk membentuk Kementrian Urusan Kawasan Timur ini, namun Sayangnya, ujar Engelina, hanya saja Presiden berikutnya tidak meneruskan apa yang pernah di gagas Gus Dur.
Padahal, kata Engelina, gagasan Gus Dur yang baik itu bukannya di kembangkan, tapi bahkan ditiadakan, tegas Tokoh Maluku, Dipl, Oek, Engelina Pattiasina kepada Wartawan, di Jakarta pada, Rabu 11 September 2024.
Menurut Engelina, keberadaan Kementrian Urusan Kawasan Timur, atau dengan nomenklatur lain dapat menjadi institusi.
Artinya, bahwa suatu lembaga yang bisa meng-koordinasikan semua urusan pembangunan di Kawasan Timur.
Lebih lanjut, Engelina mengatakan, bahwa keberadaa Kementrian Urusan Kawasan Timur, bisa mempercepat upaya mewujudkan Indonesia sentris (Centris), untuk masa depan.
Oleh karena itu Engelina mengusulkan, agar keberadaan Kementrian tersebut bisa memudahkan upaya dalam melakukan pembangunan yang ter-integrasi, dan fokus pada target yang terukur.
Engelina menambahkan, sudah menjadi pengetahuan umum, bahwa Kawasan Timur Indonesia sangat tertinggal dan miskin.
Namun ujarnya, sejauh ini tidak ada upaya konkrit untuk mengatasi persoalan mendasar di Kawasan Timur secara holistik dan ter-integrasi.
Selama ini tidak ada keberpihakan yang kuat terhadap kawasan timur, tutur Engelina, oleh karena itu sampai kapanpun kawasan ini tetap saja tertinggal.
Disatu sisi, kata Engelina, Kita melihat bahwa sangat ironis, mengapa kawasan yang sangat kaya Sumber Daya Alamnya, dan sudah pasti tentu menjadi “andalan, sumber Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) justru dikelola seperti penyedia “Cadangan bahan baku”.
Oleh karena itu tutur Engelina Pattiasina, cara mengelola negara seperti ini, juatru semakin memperkuat kekecewaan di masyarakat.
Engelina mengatakan, bahwa ada harapan besar agar Prabowo Subianto memberikan perhatian yang nyata, yaitu dengan membentuk Kementrian Urusan Khusus, agar mengurus Kawasan Timur.
Apalagi melihat Volatilitas Geo-politik yang terjadi akhir – akhir ini, ungkap Engelina. Dia menambahkan, di indopasifik bahkan hingga ke “Blue Pasific Countries” di Pasific Selatan, maka Kawasan Timur Indonesia sangat menjadi strategis.
Engelina Pattiasina mengungkapkan, bahwa kunjungan Prabowo Subianto ke Canberra dan Papua Niugini, pada agustus lalu, salah satunya untuk lebih memper-erat hubungan Diplomatik dan persahabatan sesama negara tetangga.
Dengan begitu, Ujar Engelina, yang bertetangga langsung, adalah Kawasan Timur Indonesia, seperti, Papua, Papua Barat, NTT, dan Maluku, dimana secara geografis masuk dalam katagori, gugusan pulau-pulau ter-Selatan.
Engelina mengatakan, bahwa perhatian nyata dengan membentuk Kementrian Khusus mengurus Kawasan Timur, ini bukanlah “dianak emaskan”, namun ini hanya kebijakan afirmasi terhadap kawasan ini.
Dengan kebijakan seperti itu, ujar Engelina Pattiasina, maka Kawasan Timur membutuhkan ” Desain Kesejahteraan, bukan hanya Desain Pertahanan Militer”.
Jika Masyarakatnya sudah Sejahterah Lahir-Bathin, maka sudah merupakan bagian dari kekuatan pertahanan negara yang sangat kuat, tegas Direktur Archipelago Solidarity Foundation, Engelina Pattiasina.











Komentar ditutup.