Menu ✖

Breaking News

News

Pemerintah Terus Melindungi Pelaku Usaha UMKM

badge-check

Pemerintah Terus Melindungi Pelaku Usaha UMKM Perbesar

Matras News, Semarang – Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menegaskan keberpihakan pemerintah dalam melindungi pelaku usaha dalam negeri, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Keberpihakan tersebut ditunjukkan dengan pengendalian dan pengawasan impor serta penataan perdagangan secara daring.

Hal ini disampaikan Mendag Zulkifli Hasan saat bertemu para pedagang di Pasar Johar, Semarang, Jawa Tengah pada Sabtu (7/10).

Turut mendampingi Mendag Zulkifli Hasan yaitu Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Isy Karim, Direktur Bina Usaha Perdagangan Septo Soepriyatno, serta Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Strategis Bambang Wisnubroto.

Dalam kunjungan ke Pasar Johar kali ini, Mendag Zulkifli Hasan berkeliling ke kios-kios pedagang untuk berdialog. Ia berdiskusi dan mendengar keluhan pedagang di Pasar Johar.

“Tidak hanya di Jakarta. Di manapun, pusat grosir jualannya masih agak sepi, tidak seperti tahuntahun sebelumnya.

Baca Juga : TKK Pemkot Bekasi Tanyakan Kejelasan Nasib

Oleh karena itu, pemerintah mengambil langkah untuk melindungi pedagang, termasuk pedagang di pasar,” kata Mendag Zulkifli Hasan.

Mendag memaparkan, pengendalian impor oleh pemerintah diperlukan untuk melindungi perdagangan dalam negeri.

Upaya itu ditempuh melalui rencana mengembalikan pengawasan di luar kawasan pabean (post-border) ke pengawasan di kawasan pabean (border).

“Kita akan mengembalikan pengawasan impor, dari post-border menjadi border kembali. Jadi, impor diawasi lebih ketat,” jelas Mendag Zulkifli Hasan.

Zulkifli Hasan melanjutkan, pemerintah juga telah mengatur perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE).

Hal itu diwujudkan dengan menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 31 tahun tentang Perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha Dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik.

“Perdagangan daring juga diatur, bukan tidak boleh. Misalnya, makanan harus ada sertifikat halal, kalau obat dan kosmetik harus ada izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Elektronik harus ada garansi purnajual, dan lain sebagainya. Jadi, ditata agar tidak mematikan toko fisik,” jelas Mendag Zulkifli Hasan.

Mendag Zulkifli Hasan juga mendorong pelaku UMKM agar memasuki ekosistem digital. Ia mengatakan, kompetisi saat ini semakin sengit dan para pelaku UMKM juga harus meningkatkan kapasitas agar dapat bersaing.

Untuk itu, Kemendag telah membuat berbagai pelatihan kepada UMKM untuk memasuki ekosistem digital.

“Pedagang kita ajari agar bisa ikut jualan melalui daring. Jadi, perdagangan daring dan luring diatur agar tidak saling merugikan dan kita harap dapat tumbuh bersama,” pungkas Mendag Zulkifli Hasan. (*)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

BPJPH Kecam Pembakaran Warung Mi Babi di Sukoharjo, Haikal Hasan: Tindakan Memalukan

2 Nov 2026 - 00:08 WIB

BPJPH Kecam Pembakaran Warung Mi Babi di Sukoharjo, Haikal Hasan: Tindakan Memalukan

Otorita IKN dan Borneo Kind Tanam 1.000 Pohon

2 Nov 2026 - 00:07 WIB

Otorita IKN dan Borneo Kind Tanam 1.000 Pohon

Harga Minyak US$88 per Barel, Defisit APBN 2026 Terancam Tembus 3 Persen

2 Nov 2026 - 00:05 WIB

Harga Minyak US$88 per Barel, Defisit APBN 2026 Terancam Tembus 3 Persen

Viva Yoga: PAN Punya Program Konkret untuk Rakyat

2 Nov 2026 - 00:03 WIB

Viva Yoga: PAN Punya Program Konkret untuk Rakyat

AHY Pastikan Flyover Bulak Kapal Mulai Dibangun November 2026

30 Okt 2026 - 14:52 WIB

AHY Pastikan Flyover Bulak Kapal Mulai Dibangun November 2026
Trending di News