Matras News, Bekasi – Pengelola Pasar Jatiasih Kota Bekasi, Rudi Rosadi berharap agar Pemkot Bekasi bisa meninjau kembali Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditargetkan di pasar tradisional yang dikelolanya tersebut.
Pasalnya, hal ini dilontarkan karena banyaknya kios di pasar tradisional tersebut yang tutup dan tidak memungkinkan PAD bisa tercapai dalam satu tahun mata anggaran.
“Kami berharap Pemkot Bekasi bisa meninjau kembali PAD yang ditargetkan di Pasar Jatiasih, karena banyak kios yang tutup, sekitar 200 kios, jadi jangan disama ratakan untuk target PAD-nya,” tutur Rudi, saat ditemui matrasnews.com di ruang kerjanya pada, Senin 14 Oktober 2024.
Sambung Rudi, jika hal tersebut tidak ditinjau kembali, maka dirinya khawatir bahwa target PAD yang ditargetkan tersebut tidak bisa terpenuhi.
“Besar keinginan kami agar hal tersebut bisa menjadi perhatian Pemkot Bekasi, karena jika tidak terpenuhi, maka akan menjadi beban hutang terhadap target PAD berikutnya,” ungkapnya.
Baca Juga : Ratusan Kios Pasar Jatiasih Kosong, Pedagang Mengeluh Imbas Online
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bekasi, M. Solikhin mengatakan, saat ini pihaknya tengah menggali permasalahan yang ada di Pasar Jatiasih dengan cara melakukan iventarisir masalah yang ada, baik di kalangan pemilik kios maupun investor di pasar tersebut.
“Yang jelas saat ini kami sedang menginventarisir permasalahan di Pasar Jatiasih, keluhannya seperti apa dan lain sebagainya,” tegas Solikhin.
Terkait PAD yang diduga tidak bisa tercapai targetnya karena banyaknya kios yang kosong, dirinya menegaskan, tidak bisa memutuskan hal tersebut.
“Kami tidak bisa memutuskan hal tersebut, harus ada banyak yang terlibat atau stake holder didalamnya untuk membahasnya secara detail dalam rapat bersama,” ujar Solikhin menambahkan.
Terkait keluhan pedagang tradisional di Pasar Jatiasih yang omsetnya menurun karena adanya belanja online, dirinya tidak menampik hal tersebut. Karena menurutnya, saat ini kan masa transisi dari yang awalnya konsumen membeli langsung barang kebutuhannya ke pasar, mulai beralih ke online.
Melihat hal tersebut, dirinya berharap adanya sebuah terobosan atau inovasi yang dihadirkan oleh investor di pasar tersebut.
“Yang pasti harus ada inovasi dari investor untuk meningkatkan jumlah pembelinya. Tapi yang pasti, permasalahan ini akan kami diskusinya melalui rapat yang melibatkan semua pihak untuk mencarikan solusinya bersama-sama,” terangnya.











