Menu

Mode Gelap
Stasiun JIS Resmi Layani KRL, Tarif Promo Rp1 17 Archipelago Hotels di Jakarta Ajak Wisatawan Menikmati Jakarta Lebih Dekat Penataan Pasar Baru dan Pondok Gede Kunci Pembenahan Kota Bekasi Disdukcapil Kota Bekasi Tingkatkan Tertib Administrasi Kependudukan Penahanan Roy Suryo Dokter Tifa Ditangguhkan Pemadaman Listrik, Wali Kota Bekasi Pastikan Layanan Publik Tetap Prima

Seni & Budaya

Pengembangan Wisata Alam Budaya di Provinsi NTT

badge-check


					Pengembangan Wisata Alam Budaya di Provinsi NTT Perbesar

Matrasnews.com – Peringatan Hari Konservasi Alam (HKAN) Tahun 2021 telah berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 22 – 24 November 2021.
.

Wakil Menteri LHK, Alue Dohong menjelaskan jika penyelenggaraan Peringatan Puncak HKAN tahun 2021 di Kupang NTT ini telah menghasilkan multiplayer effect yang nyata. Setidaknya hingga Rabu (24/11) penyelenggaraan telah menghasilkan turn over sampai 11,850 Miliar. “Jadi sangat luar biasa multiplayer effect dari penyelenggaraan HKAN di Provinsi NTT ini,” imbuhnya.
.

“Diversifikasi produk wisata, antara alam dan budaya masyarakat adalah kombinasi yang paling menarik untuk menjadi strategi pengembangan wisata alam di era adaptasi Covid-19. Dengan strategi ini diharapkan pemulihan ekonomi melalui reaktivasi wisata alam akan terus meningkat,” jelas Wamen.

Penyelesaian HKAN juga diharapkan dapat memotivasi gerakan kolektif menjadikan konservasi sebagai gaya hidup anak muda di era digital, new life style for young generation.

Sejalan dengan hal tersebut, Gubernur NTT, Victor Bungtilu Laiskodat menyatakan terima kasih atas pemilihan NTT sebagai lokasi penyelenggaraan even nasional HKAN.

Dirinya pun menegaskan sangat mendukung upaya konservasi alam yang digagas KLHK, tentu dibarengi dengan pelibatan aktif masyarakat agar perekonomian dapat meningkat.

“Konservasi tidak bisa berjalan sendirian tanpa pemahaman masyarakat, Kalau pemerintah dan masyarakat tidak paham konservasi maka sia sia adanya,” ucapnya.

Pada peringatan puncak ini juga dilakukan penandatanganan kerjasama antar Dirjen KSDAE dan Gubernur NTT untuk penguatan pengelolaan berkelanjutan Pariwisata di TN Komodo.
.

Pada kesempatan ini juga dilakukan pemberian apresiasi bagi para mitra yang telah melakukan berbagai upaya konservasi alam di bidang masing-masing juga pelepasliaran enam ekor elang paria (Milvus migrans) oleh Wakil Menteri LHK, dan Gubernur NTT.

(red)

Baca Lainnya

Wastra, Identitas IKN di Tengah Infrastruktur Modern

22 Juni 2026 - 01:53 WIB

Festival Kebon Baru Meriahkan HUT Jakarta ke-499

22 Juni 2026 - 01:05 WIB

PB IPSI Sumbang Rp5 M untuk Padepokan Tapak Suci di Jog

22 Juni 2026 - 00:53 WIB

Soekarnofestival 2026: Membumikan Semangat Bung Karno di Bekasi

21 Juni 2026 - 04:36 WIB

Pemkot Bekasi Apresiasi Kreativitas 900 Lansia

19 Juni 2026 - 00:03 WIB

Trending di Seni & Budaya