Menu

Mode Gelap
Sinergi Kemenko Kumham Imipas dan LPSK Perkuat Perlindungan Saksi Korban Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan Easter Playtime Perluas Kesempatan Kerja Disabilitas lewat Pelatihan Wirausaha Agoda Ungkap Gen Z Indonesia Lebih Pilih Destinasi Wisata Domestik dan Perjalanan Singkat Pengerjaan Kabel Bawah Tanah Dikebut, Pemkot Bekasi Bakal Tuntaskan Kabel Semrawut Keseruan 60 Seconds to Seoul K-Pop Noraebang di Aston Imperial Bekasi

News

Pengrajin Tahu dan Tempe di Bekasi Akan Mogok Produksi

badge-check


					Pengrajin Tahu dan Tempe di Bekasi Akan Mogok Produksi Perbesar

Matras News – Sedulur Perajin Tahu Indonesia (SPTI) Koordinasi Wilayah Kota Bekasi Sugeng menyampaikan pengrajin tahu yang ada diwilayahnya akan melakukan aksi mogok produksi selama tiga hari.

Dengan mogok tersebut, dilakukan dikarenakan naiknya harga kacang kedelai di pasaran yang telah menyentuh kisaran harga Rp. 11.200/Kg.

“Iya besok Senin tanggal 21 Februari 2022, mogok tiga hari,” ujar dia kepada wartawan, Minggu (20/02).

Ia menjelaskan, aksi mogok produksi dilakukan, karna harga bahan pokok terutama untuk kacang kedelai tidak terjangkau, terlebih dalam suasana Pandemi Covid-19.

“Karna kondisi seperti ini (Pandemi Covid-19)ini bahan bahan tidak terjangkau,” ungkapnya.

Serta, kata dia bahwa aksi mogok produksi juga akan diikuti oleh ratusan pengerajin, karna aksi mogok ini termasuk mogok Nasional. “Kalo pengerajin nya 300an rata-rata, untuk aksi mogok,” jelasnya.

Sugeng juga menyampaikan, terutama kepada Pemerintah agar sejatinya turut mengerti terkait kenaikan harga kacang kedelai ini, pasalnya bagi pihaknya yang termasuk Usaha Kecil Menengah (UKM) kenaikan harga kacang kedelai terus mengalami kenaikan.

“Harapannya untuk pemerintah lebih mengerti mengenai bahan baku ini, biar seengaknya ada perhatian dari pemerintah. seenggaknya biar pemerintah memperhatikan kami UKM biar lebih baik lagi. Soalnya selama ini kedelai naiknya langsung, hampir setiap hari naik terus, jadinya pengen ngerti (tau) pemerintah kasih kesepakatan harga untuk harga kedelai ini berapa,” pungkasnya.

Ia menerangkan, hal itu dikeluhkannya, karna belum ada kesepakatan yang ditetapkan termasuk untuk nominal harga kacang kedelai.

“Dari awal belum ada kesepakatan belum, karna ini kemarin menghadap ke pemerintah ditanggapin juga ‘iya-iya’ tapi kenyataan nya engga. Jadi selain menuntut harga kedelai yang tinggi, kita juga menuntut terkait harga kacang kedelai ini penetapannya berapa kita pengen tau,” tutupnya.

(red)

Baca Lainnya

Sinergi Kemenko Kumham Imipas dan LPSK Perkuat Perlindungan Saksi Korban

21 April 2026 - 01:02 WIB

Sinergi Kemenko Kumham Imipas dan LPSK Perkuat Perlindungan Saksi Korban

Perluas Kesempatan Kerja Disabilitas lewat Pelatihan Wirausaha

21 April 2026 - 00:21 WIB

IESR Sebut Permendagri 11/2026 Regresi Regulasi, Ancam Target Kendaraan Listrik

20 April 2026 - 14:38 WIB

Prabowo Arahkan 503 Ketua DPRD di Magelang: Kita Semua Patriot

20 April 2026 - 00:58 WIB

Menhub Tinjau Terminal 2F Bandara Soetta, Pastikan Kesiapan Angkutan Haji 2026

20 April 2026 - 00:30 WIB

Trending di News