Matras News – Direktur Archipelago Solidarity Foundation, Engelina Pattiasina tidak menerima pernyataan Menteri Energy dan Sumber dan Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif terkait pengembangan Kilang Blok Masela.
Engelina mengingatkan, agar Arifin Tasrif untuk tidak memprovokasi rakyat Maluku dengan berusaha menarik pengembangan Blok Masela ke laut secara halus dengan kombinasi offshore (laut) dan onshore (darat).
Engelina Pattiasina menilai, sikap Mentri ESDM, Arifin Tasrif telah melanggar Perintah Presiden Jokowi yang telah memutuskan bahwa pembangunan kilang Blok Masela di darat (onshore), bukan di laut (offshore).
Oleh karena itu secara Hirarki, Mentri ESDM telah melanggar peraturan yang diputuskan dan ditetapkan oleh Jokowi pada 2016 silam.
Pengembangan Blok Masela, secara onshore itu sudah merupakan keputusan Presiden Jokowi.
Dengan begitu, perlu dipertanyakan, ada apa seorang pembantu Presiden, bisa melangkahi keputusan Presiden ungkap Engelina.
Jangan salahkan di akhir masa jabatan (2024) ini, bukankah ada rahasia ada uang besar ada di Blok Masela, tegas Engelina yang juga Putri dari salah satu Pelopor industri minyak dan gas bumi, JM, Pattiasina, (19/8-20 ) .
Menurut Engelina, patut dicurigai bahwa upaya kombinasi adalah upaya halus, untuk mengembalikan Kilang Blok Masela di laut.
Seperti sebelumnya, mendapat perlawanan dari Masyarakat Maluku yang nota bene merupakan provinsi yang masih miskin.
Blok Masela, salah satu sumber daya kekayaan alam Maluku dan menjadi harapan untuk membuka lapangan kerja baru.
Oleh karena itu Engelina meng-ingatkan, agar Arifin Tasrif, Mentri ESDM untuk tidak “memprovokasi” Rakyat Maluku”, dengan usaha memindahkan pengembangan Blok Masela dilaut.
Disatu sisi, tutur Engelina, keputusan Presiden, Jokowidodo sangat jelas bahwa Kilang Blok Masela dibangun onshore (darat), tidak ada kombinasi darat dan laut seperti yang direncanakan saat ini.
Sementara itu, Direktur Pertamina, Nicke Widyowati, dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR-RI, Rabu (31/8-2023),
Mengatakan bahwa sampai saat ini, secara teknis eksplorasi Gas Masela akan dilakukan ditengah laut (offshore), sedangkan produksi penyimpanan gas secara ploating ditengah laut, berikut Terminal LNG di daratan (onshore), termasuk pasilitas CCUS.
Sampai saat ini, kata Dirut Pertamina, Nicke Widyowati, kami meyakini bahwa cara ini yang paling cepat dan efektif yang dapat mengakomodir semua aspirasi yang ada, ungkapnya.
Menyikapi pernyataan Dirut Pertamina itu, Engelina Pattiasina, mempertanyakan bahwa sebenarnya, aspirasi Siapakah yang dimaksud yang telah diakomodir mengingat, sejak awal, kata Engelina.
Masyarakat Maluku hanya mengetahui, jika Presiden Jokowi telah memutuskan agar pembangunan Kilang Blok Masela itu di darat, onshore.
Lebih tegas, sangat tragis lagi, Engelina, mengatakan bahwa pada saat pembahasan akuisisi dan penanda-tanganan Memorandum of Understanding (MoU).
Oleh pihak – pihak terkait, Inpex, Petronas, berikutnya Pertamina, akan tetapi Tutur Engelina, kenapa perwakilan dari Maluku tidak di ikut sertakan. (Otto)











