Menu

Mode Gelap
Revisi UU ASN Hapus Status PPPK Paruh Waktu, Pemerintah Terapkan Dua Skema Baru Bukan Cuma Keturunan, Studi Terbaru Ungkap Gula Darah Tinggi Bisa Jadi “Bensin” Tumor Banjir Landa Jakarta, Gubernur Pramono: “Menghilangkan Banjir Itu Tidak Mungkin” Sulis “Cinta Rasul” Meriahkan Paramadina Festival Ramadhan 2026 di Meikarta Simak 4 Tips Menginvestasikan THR dengan Emas yang Lebih Mudah, Aman, dan Terpercaya Atasi Keterbatasan Bioskop, Menteri Ekraf Dukung Pembangunan Mini Bioskop di Minimarket

Gaya Hidup Sehat

Puskesmas Medan Satria Gelar Penyuluhan Sikat Gigi Bersama di MI Baitul Muttaqin

badge-check


					Foto: Puskesmas Medan Satria Gelar Penyuluhan Sikat Gigi Bersama di MI Baitul Muttaqin Perbesar

Foto: Puskesmas Medan Satria Gelar Penyuluhan Sikat Gigi Bersama di MI Baitul Muttaqin

MatrasNews, Bekasi – Puskesmas Medan Satria mengadakan kegiatan penyuluhan dan praktik cara menyikat gigi yang benar bertajuk “Sikat Gigi Bersama”. Acara ini diselenggarakan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Baitul Muttaqin, Kota Bekasi, pada Kamis, 23 Oktober 2025.

Kegiatan diawali dengan penyuluhan teori, dilanjutkan dengan praktik langsung, serta pemberian disclosing agent kepada para siswa. Disclosing agent adalah cairan ungu yang berfungsi untuk mendeteksi bagian gigi yang belum tersikat dengan bersih.

Kepala Puskesmas Medan Satria, drg. Suci Perihati, menjelaskan, “Setelah menyikat gigi, siswa berkumur dengan disclosing agent. Jika pada gigi masih terlihat noda merah, itu menandakan cara menyikat giginya belum merata.” Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa mayoritas siswa MI Baitul Muttaqin telah mampu menyikat gigi dengan cara yang benar.

Puskesmas Medan Satria

Foto: Siswi Madrasah Ibtidaiyah Baitul Muttaqin Didampingi Kepala Puskesmas Medan Satria, drg. Suci Perihati, Praktik Menyikat Gigi dengan Cara yang Benar

Dalam kesempatan yang sama, drg. Suci juga memaparkan pentingnya pemberian fluoride untuk mencegah karies atau gigi berlubang. Fluoride dapat diberikan secara topikal (dioles) oleh tenaga profesional dengan konsentrasi tinggi.

“Setelah perawatan fluoride topikal, sebaiknya anak-anak tidak makan atau minum selama 30 menit hingga 1 jam agar penyerapannya optimal. Orang tua juga perlu mengawasi penggunaan obat kumur berfluorida untuk menghindari risiko tertelan,” jelasnya.

Siswi-Siswi Madrasah Ibtidaiyah Baitul Muttaqin

Foto: Siswi-Siswi Madrasah Ibtidaiyah Baitul Muttaqin Praktik Sikat Gigi Bersama

Aplikasi fluoride secara topikal terbukti dapat menguatkan email gigi, mengganti mineral yang hilang, dan menghambat pembentukan karies. Frekuensi pemberiannya disesuaikan dengan kebutuhan individu untuk hasil yang terbaik.

drg. Suci berharap, kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan anak-anak dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini, pungkasnya.

Cek Berita lain di Google News

Baca Lainnya

Bukan Cuma Keturunan, Studi Terbaru Ungkap Gula Darah Tinggi Bisa Jadi “Bensin” Tumor

9 Maret 2026 - 01:16 WIB

Bukan Cuma Keturunan, Studi Terbaru Ungkap Gula Darah Tinggi Bisa Jadi "Bensin" Tumor

Krisis Dokter Anestesi di Papua, Uncen Buka Program Spesialis Pertama

5 Maret 2026 - 01:45 WIB

Serah Terima Jabatan, Dwi Sudarwanto Plt Direktur RSUD Jatisampurna

2 Maret 2026 - 16:49 WIB

Satu dari Empat Dewasa Alami Obesitas, Ini Kata Dokter Luciana Primaya Hospital Kelapa Gading

2 Maret 2026 - 02:00 WIB

Satu dari Empat Dewasa Alami Obesitas, Ini Kata Dokter Luciana Primaya Hospital Kelapa Gading

Penanganan Penyintas Kanker Lansia, Ini Kata dr. Daniel Rizky Primaya Hospital Semarang

20 Februari 2026 - 01:00 WIB

Penanganan Penyintas Kanker Lansia, Ini Kata dr. Daniel Rizky Primaya Hospital Semarang
Trending di Gaya Hidup Sehat