Terkait investasi Rusia, pemerintah masih mematangkan skema kerja sama melalui mekanisme antarpemerintah (G2G) maupun antarpelaku usaha (B2B). “Investasi mereka sudah siap, tetapi finalisasinya tunggu 1-2 putaran lagi, khusus untuk kilang dan storage,” ujar Bahlil di Istana Negara, Kamis (16/4).
Ia menegaskan proyek ini berbeda dengan pengembangan Kilang Tuban yang merupakan kerja sama Pertamina dengan Rosneft. Skalanya disebut tidak sebesar Kilang Tuban.
Pembangunan kilang dan storage dinilai krusial untuk meningkatkan cadangan energi, memperkuat fleksibilitas pasokan, serta meredam dampak volatilitas harga global terhadap domestik.
Ikuti berita terkini di Google News, klik di sini.











