Menu

Mode Gelap
Masyarakat Tak Panic Buying Jelang Idulfitri, Stok BBM Aman Pekan Depan Kendaraan Truk Terkena Pembatasan di Ruas Tol dan Jalan Arteri Pemprov DKI Gelontorkan Rp1,62 Triliun untuk KJP Plus Tahap I 2026 Update Pencarian Longsor TPA Bantargebang: Korban Meninggal Jadi Enam Orang, Satu Masih Hilang Swiss-Belresidences Kalibata Rilis Promo Lebaran Rayakan Idul Fitri Bersama BWH Hotels Indonesia

Bisnis

Samsung Memberdayakan Generasi Muda untuk Ikut Menciptakan Pengajaran di Era Digital: Dari Akses ke Peran Aktif

badge-check


					Samsung Memberdayakan Generasi Muda untuk Ikut Menciptakan Pengajaran di Era Digital: Dari Akses ke Peran Aktif Perbesar

MATRASNEWS, JAKARTA – Pada 3 Desember 2018, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan 24 Januari sebagai Hari Pendidikan Internasional, sebagai peringatan atas peran pengajaran bagi perdamaian dan pembangunan.

Saat kita memperingati Hari Pendidikan Internasional 2026, diskusi global beralih ke tema baru yang lebih kuat: “Kekuatan pemuda dalam membangun pengajaran bersama” (The power of youth in co-creating education).

Di Asia Tenggara dan Oseania (SEAO), kesenjangan digital kerap dianggap sebagai tantangan infrastruktur yang ditandai dengan kurangnya bandwidth internet atau akses ke perangkat seperti laptop, tablet, atau komputer. Di Samsung, mereka memandang hal ini berbeda, melihatnya sebagai kesenjangan digital.

Bandwidth bukan hanya soal kecepatan internet; ini adalah tentang seberapa cepat seorang siswa dapat mengakses pengetahuan. Sebuah perangkat bukan sekadar gadget; ia adalah kanvas untuk berkreasi. Ketika seorang siswa di komunitas pedesaan kekurangan peralatan ini, mereka bukan sekadar kehilangan sebuah tablet; mereka kehilangan kesempatan untuk berperan dalam ekonomi masa depan.

“Kebutuhan untuk menjembatani kesenjangan ini sangat nyata. Pada 2025, sebanyak 59% sekolah di wilayah kita memiliki rencana untuk memperbarui dan berinvestasi dalam teknologi modern untuk mendigitalisasi lingkungan belajar mereka,” terang President & CEO Samsung Electronics Southeast Asia and Oceania CU Kim, dalam siaran pers Samsung Electronics Indonesia, 5 Februari 2026.

“Hal ini mengonfirmasi bahwa investasi semacam itu bukan lagi sebuah kemewahan, melainkan kebutuhan dasar untuk memastikan semua siswa dan pengajar memiliki akses yang adil terhadap lingkungan belajar yang berkualita,” tambahnya.

Namun, teknologi sendiri hanyalah titik awal. Ketika para pengajar dibekali kemampuan untuk membimbing dan menginspirasi, barulah siswa bisa membangun masa depan bersama dan inovasi akan berkembang pesat. Itulah sebabnya pendekatan kami dimulai dari para pengajar.

Melalui Samsung Learning Hub, mereka menyediakan berbagai sarana, pelatihan, serta sumber daya untuk meningkatkan standar pengajaran, menginspirasi proses belajar, dan memastikan teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal di setiap ruang kelas.

Program bootcamp dan mentoring Samsung mendukung para pengajar maupun kepemimpinan dalam pendikan untuk membangun kapabilitas yang dibutuhkan agar dapat mengimbangi kurikulum yang terus berkembang, serta memandu sekolah mereka dalam perjalanan transformasi digital. Dengan memperkuat kompetensi digital di setiap tingkatan, kami memastikan bahwa teknologi di ruang kelas berfungsi untuk mendukung pedagogi (metode pengajaran), bukan sebaliknya.

Berangkat dari fondasi pemberdayaan pengajaran ini, kami juga memperluas dampak tersebut ke lingkungan belajar melalui inisiatif seperti program Samsung Digital Lighthouse Schools.

Menyadari bahwa setiap sekolah memulai perjalanan digitalnya dari level yang berbeda-beda, program ini hadir untuk mendukung sekolah sesuai dengan kondisi mereka saat ini, membantu dengan menyediakan sarana, pengembangan kapabilitas, serta kerangka kerja yang dibutuhkan untuk berkembang secara berkelanjutan.

Di Indonesia, SMP Islam Al Azhar 25 Tangerang Selatan dan Thursina International Islamic Boarding School baru-baru ini telah bergabung dalam komunitas Samsung Digital Lighthouse School. Di sekolah-sekolah tersebut, para guru mulai membangun kepercayaan diri dalam menggunakan perangkat digital untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan kolaboratif.

Di saat yang sama, teknologi membantu mengurangi beban kerja administratif sehingga para pengajar dapat fokus sepenuhnya pada tugas utama mereka: mengajar dan membimbing siswa. Setelah akses tersedia dan para pengajar diberdayakan, kita dapat beralih ke tujuan utama: Kemandirian.

Di luar urusan infrastruktur, peran kami adalah membekali generasi berikutnya dengan keterampilan memecahkan masalah di dunia nyata. Dengan menggunakan teknologi sebagai katalisator untuk berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi, kami memampukan generasi muda untuk mengejar ambisi mereka dan membentuk masa depan yang mereka cita-citakan.

“Kami melihat hal ini dalam program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) unggulan kami, Samsung Solve for Tomorrow, sebuah kompetisi yang mengajak siswa untuk menerapkan keterampilan sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) dalam mengatasi isu-isu sosial,” terang CU Kim.

“Dengan menantang mereka untuk merancang solusi yang ingin mereka lihat di dunia, program ini menumbuhkan pola pikir “membangun bersama” (co-creation) yang kuat. Pada tahun 2025, hampir 17.000 anak muda berpartisipasi di seluruh wilayah ini, mencatat peningkatan sebesar 40% dibandingkan tahun sebelumnya,” sambungnya.

Di Australia, mereka menyaksikan kecerdasan ini secara langsung. Jack Lowe berhasil meraih penghargaan “Runner-Up 14-18″ berkat konsepnya, Eilik—sebuah platform perbandingan hasil bertenaga AI yang dirancang untuk membantu pengajar mengidentifikasi potensi ketidakjujuran akademik di era AI generatif. Inovasinya mencerminkan bagaimana generasi muda memanfaatkan peluang untuk membentuk kembali cara belajar dari perspektif mereka sendiri.

Melalui Samsung Innovation Campus, yang mencakup empat pasar di wilayah SEAO, mereka telah membekali lebih dari 24.000 peserta pada tahun 2025 dengan keterampilan krusial di bidang coding, pemrograman, Internet of Things, dan kecerdasan buatan (AI).

Dengan melakukan hal ini, mereka tidak sekadar mengajari siswa cara menggunakan teknologi saat ini, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk membangun teknologi masa depan.

Hari Pendidikan Internasional 2026 mengingatkan kita bahwa pengajaran bukanlah sesuatu yang sekadar kita wariskan kepada generasi berikutnya; pengajaran adalah upaya bersama yang berkelanjutan—sesuatu yang kita bangun berdampingan dengan mereka, sehingga mereka dapat terus mentransformasi pengajaran bagi generasi-generasi setelahnya.

Di Samsung, komitmen kami tetap teguh. Kami berinvestasi pada infrastruktur yang memungkinkan terciptanya ruang kelas digital, memberdayakan para pengajar yang membimbing generasi muda kita, dan yang paling penting, menyediakan platform yang memungkinkan generasi muda di seluruh wilayah kita,” jelas CU Kim.

“Hal ini untuk melatih kemandirian (agency) mereka untuk berkreasi, memecahkan masalah, dan membangun dunia yang lebih baik secara bersama-sama. Dengan menutup celah akses hari ini, kita membuka pintu bagi inovasi mereka esok hari,” tutupnya.

Ikuti berita terkini di Google News, klik di sini.

 

Baca Lainnya

Simak 4 Tips Menginvestasikan THR dengan Emas yang Lebih Mudah, Aman, dan Terpercaya

9 Maret 2026 - 00:24 WIB

Simak 4 Tips Menginvestasikan THR dengan Emas yang Lebih Mudah, Aman, dan Terpercaya

Berkah Ramadan, Omzet Bolen Khas Bekasi Ditaksir Tembus Rp30 Juta

7 Maret 2026 - 19:20 WIB

Berkah Ramadan, Omzet Bolen Khas Bekasi Ditaksir Tembus Rp30 Juta

Industri Asuransi Disiapkan Garap Potensi Besar di Sektor Hulu Migas

7 Maret 2026 - 02:25 WIB

Industri Asuransi Disiapkan Garap Potensi Besar di Sektor Hulu Migas

Hyper Mega Shipping Umumkan Fokus Strategis dan Ekspansi Internasional untuk Tahun 2026

6 Maret 2026 - 02:42 WIB

Hyper Mega Shipping Umumkan Fokus Strategis dan Ekspansi Internasional untuk Tahun 2026

Perumda Tirta Patriot Luncurkan Forum RW Berbasis Pelanggan

5 Maret 2026 - 21:16 WIB

Trending di Bisnis