Pada ajang di Berlin lalu, kontingen Indonesia berhasil membawa pulang 10 medali emas, 5 perak, dan 8 perunggu. Untuk kompetisi di Chile mendatang, SOIna memasang target lebih tinggi: 20 medali emas, 35 perak, dan 40 perunggu.
Warsito menjelaskan, lebih dari 2.000 peserta dari seluruh dunia diprediksi akan ambil bagian dalam kompetisi bergengsi empat tahunan tersebut.
SOIna yang merupakan anggota Special Olympics Internasional secara konsisten menyelenggarakan pelatihan dan perlombaan bagi penyandang disabilitas intelektual. Organisasi ini berupaya menyediakan ruang inklusif bagi mereka untuk menemukan dan mengeluarkan potensi juara dalam diri masing-masing.
“Atlet-atlet ini dapat merasakan sensasi berkompetisi dalam olahraga yang sesungguhnya. Mereka mampu mengatasi perasaan rendah diri, memahami arti kemenangan, dan tetap aktif sepanjang hidup mereka,” jelas Warsito.
Untuk mendukung kesuksesan kedua ajang penting tersebut, SOIna tengah mempersiapkan Gala Dinner penggalangan dana. Acara ini bertujuan menjaring dukungan donatur sekaligus memperkenalkan potensi atlet bertalenta khusus kepada publik serta membangun jejaring dengan mitra pendukung.
Warsito mengingatkan bahwa tantangan besar masih dihadapi para penyandang disabilitas intelektual di Indonesia. “Citra mereka masih sangat buruk di masyarakat. Bahkan tak sedikit yang menganggap keberadaan mereka sebagai kutukan. Padahal jumlah difabilitas intelektual di Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari 5 juta orang,” tandasnya.
Kondisi ini, menurut Warsito, harus menjadi perhatian bersama agar para atlet bertalenta khusus mendapatkan kesempatan yang sama untuk berprestasi dan diterima di lingkungan sosial.
Ikuti berita terkini di Google News, klik di sini.











