Menu

Mode Gelap
Anim Imamuddin Ajak Warga Jatisampurna Rawat Tradisi Babaritan Sedekah Bumi IFBEX 2026 Hadir di Bekasi, Dorong Peluang Usaha Franchise dan Kemitraan Grand Final ASIED 2026: Ketika Esports Jadi Jembatan Talenta Digital Indonesia-AS Rapsodia Nusantara 10 Pianis Remaja Raih Juara di Kansas City Polres Metro Bekasi Kota Amankan 69 Pelaku Curanmor dan Begal Kemlu Kerek Strategi Pelindungan PMI: RAN jadi Fondasi Diplomasi Global

News

Tambah Kemacetan, GMBI Minta Dishub Kaji Ulang Penutupan Pintu Selatan Stasiun Bekasi

badge-check

Tambah Kemacetan, GMBI Minta Dishub Kaji Ulang Penutupan Pintu Selatan Stasiun Bekasi Perbesar

MATRASNEWS, BEKASI – Rencana Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Perhubungan bakal menutup pintu masuk dan keluar selatan Stasiun Bekasi di Jalan Juanda dinilai tidak tepat.

Menyikapi penutupan pintu selatan tersebut, Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Kota Bekasi menegaskan, kebijakan yang rencananya akan disosialisasikan pada 28 November 2025 itu justru akan mempersulit masyarakat dan memperparah kemacetan.

Ketua GMBI Kota Bekasi, Abah Zakaria menilai alasan pemerintah menutup pntu selatan dengan dalih mengurai kemacetan tidak tepat. Seharusnya ada kajian terlebih dahulu, sosialisasi saja tidak cukup.

“Penutupan pintu keluar masuk selatan stasiun dinilai mempersulit para penumpang dengan alibi mengurai kemacetan. Padahal saat ini kemacetan membuat perekonomian berjalan,” tegas Zakaria, Rabu (19/11/2025).

Abah Zakaria memprediksi, kebijakan ini akan memusatkan sekitar 90.000 penumpang KAI per hari hanya di pintu utara. Kondisi ini, menurutnya, justru akan menambah kepadatan dan kemacetan di kawasan tersebut.

Zakaria menambahkan, seharusnya Dishub dan PT KAI menyiapkan solusi infrastruktur terlebih dahulu sebelum menutup akses.

“Harusnya alangkah baiknya membuat JPO (Jembatan Penyeberangan Orang) terintegrasi sebelum melakukan sosialisasi tersebut,” ujarnya.

GMBI menilai kebijakan ini kurang memberikan dampak positif dan justru membebani serta memperlambat aktivitas warga.

Zakaria menyatakan, jika pemerintah tidak memberikan solusi terbaik kepada masyarakat, organisasinya siap menggelar aksi penyampaian pendapat secara besar-besaran di Pemkot Bekasi.

Cek Berita lain di Google News

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Polres Metro Bekasi Kota Amankan 69 Pelaku Curanmor dan Begal

17 Juli 2026 - 20:24 WIB

Kemlu Kerek Strategi Pelindungan PMI: RAN jadi Fondasi Diplomasi Global

17 Juli 2026 - 14:26 WIB

Kota Bekasi Kebut Pembentukan Kampung Siaga Bencana

17 Juli 2026 - 12:40 WIB

SOIna: Gelar Penggalangan Dana untuk Atlet Disabilitas

17 Juli 2026 - 06:59 WIB

Pertamina Patra Niaga Kerek Turun Harga Bright Gas, Insentif Konsumen di Tengah Dinamika Pasar

16 Juli 2026 - 01:02 WIB

Trending di News