Menu

Mode Gelap
9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla Tiba di Tanah Air Setelah Ditahan Israel Ekonom Meragukan Data Pertumbuhan 5,61%, Peringatkan Kerapuhan Ekonomi Melawan Arus, Alika Shafira Rilis EP Bertajuk Tentang Diriku BYD Tech Culture Fest 2026 Digelar di GBK Senayan Gubernur Banten Gencar Promosikan Daerah sebagai Pusat Industri Darurat Begal Upah, Pekerja Indomaret Tuntut Hak Lembur Libur Nasional

News

Tekanan Anggaran Daerah, Gimana Nasib PPPK Kedepan

badge-check


					Tekanan Anggaran Daerah, Gimana Nasib PPPK Kedepan Perbesar

MATRASNEWS, JAKARTA – Sejumlah pemerintah daerah merespons beragam tekanan anggaran yang tengah melanda. Ada yang bergerak antisipatif, sebagian masih menunggu arahan teknis dari pusat, dan lainnya telah melakukan evaluasi fiskal.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Tengah memilih sikap wait and see. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan kebijakan efisiensi tak berdampak pada Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di wilayahnya.

Berbeda dengan Kota Tasikmalaya yang fokus menjaga stabilitas fiskal. Pemkot setempat menolak pemutusan hubungan kerja massal dan menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta efisiensi belanja.

Situasi lebih kritis terjadi di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Pemkab setempat hanya mampu menggaji PPPK hingga Agustus 2026. Bahkan 80 persen PPPK dinilai belum optimal dan berpotensi kontraknya tak diperpanjang.

Sementara Sulawesi Selatan menyesuaikan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) agar belanja pegawai tak melampaui batas 30 persen, tanpa menyentuh gaji pokok.

Mendagri: Jangan PHK PPPK

<!–nextpage–>

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta seluruh kepala daerah tak melakukan PHK terhadap PPPK. Alih-alih merumahkan, ia mendorong efisiensi belanja nonprioritas seperti rapat, perjalanan dinas, dan konsumsi.

Daerah juga diminta mengoptimalkan pajak daerah serta menghidupkan Badan Usaha Milik Daerah. Penyesuaian batas belanja pegawai di atas 30 persen hanya menjadi opsi terakhir.

Ikuti berita terkini di Google News, klik di sini.

 

 

Baca Lainnya

9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla Tiba di Tanah Air Setelah Ditahan Israel

25 Mei 2026 - 01:59 WIB

9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla Tiba di Tanah Air Setelah Ditahan Israel

Ekonom Meragukan Data Pertumbuhan 5,61%, Peringatkan Kerapuhan Ekonomi

25 Mei 2026 - 01:54 WIB

Ekonom Meragukan Data Pertumbuhan 5,61%, Peringatkan Kerapuhan Ekonomi

Darurat Begal Upah, Pekerja Indomaret Tuntut Hak Lembur Libur Nasional

25 Mei 2026 - 00:29 WIB

Darurat Begal Upah, Pekerja Indomaret Tuntut Hak Lembur Libur Nasional

Hanya 13 Spesies Kuda Laut Tercatat di Indonesia, Habitat Rusak

23 Mei 2026 - 00:31 WIB

Komisi V DPR Sudjatmiko Desak Flyover Bekasi Segera Dibangun

22 Mei 2026 - 19:31 WIB

Komisi V DPR Sudjatmiko Desak Flyover Bekasi Segera Dibangun
Trending di News