Menu

Mode Gelap
Warga Bekasi Laporkan Kepala Dukcapil ke Polisi atas Dugaan Pemalsuan Akta Cerai Nusantara Explorer, Kereta Mewah Karya Anak Bangsa Terminal Tipe A Alam Barajo Terus Tingkatkan Layanan dan Optimalisasi Aset FBI Kembalikan Ratusan Artefak dan Jasad Leluhur Indonesia ke Pangkuan Tanah Air Aliansi Ormas Beri Ultimatum 2 Pekan ke Plt Bupati Bekasi Masa Depan Ekonomi Halal Indonesia: Antara Potensi dan Tantangan Tata Kelola

Bisnis

TIKI Ajak Konsumen Kelola Resi dan Kemasan Paket Demi Proteksi Data & Lingkungan

badge-check

TIKI Ajak Konsumen Kelola Resi dan Kemasan Paket Demi Proteksi Data & Lingkungan Perbesar

MATRASNEWS, JAKARTA – Lonjakan belanja online yang meningkatkan volume pengiriman paket di Indonesia membawa dua tantangan baru: risiko kebocoran data pribadi dan penumpukan limbah kemasan. Menyikapi hal ini, PT. Citra Van Titipan Kilat (TIKI) mengajak masyarakat untuk mengadopsi kebiasaan bijak dalam mengelola resi dan kemasan paket.

Direktur Utama TIKI, Yulina Hastuti, menekankan bahwa label pengiriman pada kemasan berisi data pribadi seperti nama, nomor telepon, dan alamat lengkap. Jika dibuang sembarangan, informasi ini berisiko disalahgunakan pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Edukasi kepada konsumen menjadi penting agar keamanan data dan kelestarian lingkungan bisa berjalan seimbang,” ujar Yulina.

Sebagai solusi, TIKI membagikan langkah sederhana untuk membangun smart shipping habit:

Hapus Data di Resi: Robek atau hancurkan bagian resi yang memuat informasi pribadi sebelum membuang kemasan.

Gunakan Kembali Kemasan: Terapkan prinsip Reuse Before You Throw dengan memakai ulang kemasan bekas yang masih layak.

Pisahkan untuk Daur Ulang: Pilah limbah kemasan seperti kardus dan plastik, lalu kirim ke bank sampah atau gerai daur ulang.

Di sisi operasional, TIKI memperkuat komitmennya dengan menerapkan berbagai langkah. Perusahaan menggunakan teknologi enkripsi untuk proteksi data, mendorong penggunaan resi digital, serta memakai kemasan ramah lingkungan yang lebih cepat terurai. Inisiatif reverse logistics atau pengumpulan kemasan bekas untuk digunakan kembali juga mulai diterapkan.

“Keberlanjutan bukan sekadar inisiatif tambahan, melainkan bagian dari tanggung jawab operasional. Melalui langkah-langkah ini, kami menciptakan rantai logistik yang lebih hijau dan efisien,” pungkas Yulina.

Kampanye ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa mengelola resi dan kemasan dengan benar adalah bagian dari perilaku digital yang aman dan bertanggung jawab.

Cek Berita lain di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Nusantara Explorer, Kereta Mewah Karya Anak Bangsa

25 Juli 2026 - 02:25 WIB

Vidoran Luncurkan Program Undian, Dukung Nutrisi Generasi Emas 2045

23 Juli 2026 - 11:39 WIB

Danantara Tinjau Pemberdayaan 73.000 Nasabah PNM di Mojokerto

23 Juli 2026 - 00:05 WIB

DPRD DKI Dorong PAM Jaya Tekan Kehilangan Air, Investasi Pipa Rp 22,8 Triliun Disiapkan

23 Juli 2026 - 00:04 WIB

Bank Jakarta Buka Cabang Masa Depan di Kebayoran Park

22 Juli 2026 - 00:08 WIB

Trending di Bisnis