Menu

Mode Gelap
Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi Terima Kunjungan Bawaslu Grand Dafam Ancol Luncurkan Destinasi Kuliner di Ketinggian 33 Lantai Rayakan Momen Spesial di Quest Prime Cikarang by Aston Menkeu Usul Pungut Pajak Pelayaran di Selat Malaka Jelang Wajib Halal 2026, BPJPH Sidak Ritel di Gandaria City Tiga Menteri Lepas Keberangkatan Kloter Pertama Haji 2026 di Soetta

Seni

Tingkatkan Nilai Jual Lukisan Karya Seniman Difabel

badge-check


					Tingkatkan Nilai Jual Lukisan Karya Seniman Difabel Perbesar

Matrasnews.com – Menyambut Hari Difabel Sedunia besok (3/12/2021), Tokopedia membagikan cerita inspiratif difabel di balik UMKM, yang memanfaatkan teknologi dan berkontribusi terhadap perekonomian digital, yaitu The Able Art dan warung kelontong Toko Lariz.

“Tokopedia terus memberikan panggung seluas-luasnya bagi pegiat UMKM lokal, termasuk difabel, untuk menciptakan peluang lewat pemanfaatan teknologi agar bisa bangkit bersama memulihkan ekonomi,” kata External Communications Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya.

The Able Art, Tingkatkan Nilai Jual Lukisan Karya Seniman Difabel

Bermula dari kecintaan terhadap dunia sosial, Tommy Budianto mendirikan The Able Art di Pasuruan pada 2017. Tommy membantu mereproduksi lukisan-lukisan karya seniman difabel menjadi berbagai produk, seperti hijab, tas, pouch dan lain-lain, untuk dijual offline maupun online.

“The Able Art didirikan untuk memberdayakan para seniman difabel agar tetap bisa berkarya sehingga mereka bisa memperoleh pendapatan tetap. Kami ingin setiap karya memiliki nilai sosial bagi masyarakat Indonesia,” jelas Tommy.

Tommy menggandeng seniman lukis difabel dari sejumlah daerah di Indonesia, mulai dari Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Malang hingga Bali. Tak jarang, untuk mendapatkan hasil reproduksi lukisan yang berkualitas tinggi, Tommy datang langsung ke tempat para seniman.

“Di awal berjualan, penjualan kami hanya berkisar 10-20% dari sebelum kami bergabung dengan Tokopedia. Setelah memanfaatkan Tokopedia, The Able Art bisa mengirimkan rata-rata 100 pesanan dalam sebulan ke berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Papua,” kata Tommy.

Tunadaksa Bangun Toko Lariz Jadi Sumber Utama Pendapatan Keluarga

Pemilik warung kelontong Toko Lariz sekaligus tunadaksa asal Semarang ini bergabung ke ekosistem Mitra Tokopedia pada 2019. Hal ini memungkinkan Suhartini menstok produk sembako hanya melalui aplikasi, tanpa harus keluar rumah.

Aplikasi Mitra Tokopedia juga membuat Suhartini bisa menambah varian produk digital di tokonya, seperti pulsa, paket data, token listrik dan PDAM, sehingga pendapatannya pun meningkat.

“Sejak bergabung di Mitra Tokopedia, warung saya semakin laris. Isi ulang stok warung juga sangat mudah karena saya tidak harus keluar rumah. Dengan berjualan produk digital, omzet saya naik 2x lipat,” ungkap Suhartini.

Warungnya bahkan kini menjadi sumber utama pendapatan keluarganya. “Keterbatasan fisik bukan penghalang bagi saya. Dengan adanya teknologi, semua hal dimungkinkan. Saya ingin terus membuktikan bahwa tunadaksa bermodal minim juga bisa menciptakan peluang,” tutup Suhartini.

(her)

Baca Lainnya

Indonesia Glass Art Festival Gubah Kaca Nusantara 2022 Pameran Arsip & Seni Kaca

3 November 2022 - 00:10 WIB

Joget Dangdut Ala Marc Marquez di Iringi Alat Musik Angklung

20 Maret 2022 - 06:34 WIB

HUT ke 5, AmPm Umumkan Perilisan Album Baru, Remix Single Best Part of US sekaligus NFT!

17 Maret 2022 - 00:13 WIB

Seniman Otodidak Mengubah Kecoa Mati Menjadi Karya Seni Lukis

10 Maret 2022 - 00:43 WIB

3 Sutradara Muda Badung Turut Mendorong Kebangkitan Ekonomi Lewat Film

15 Februari 2022 - 00:07 WIB

Trending di Pariwisata