Menu

Mode Gelap
Gebrak Run Race, Kapolsek Jatiasih Ajak Ratusan Pemuda Lari di Jalan Berkah Ramadan, Omzet Bolen Khas Bekasi Ditaksir Tembus Rp30 Juta Ribuan Lansia dan Pelajar Bekasi Pecahkan Rekor MURI Tulis Mushaf Al-Qur’an 69.232 Tiket Kapal Laut Gratis Mudik Lebaran 2026 Rute Aceh Hingga Jayapura Tiga Bibit Siklon Tropis Picu Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia Industri Asuransi Disiapkan Garap Potensi Besar di Sektor Hulu Migas

News

Wali Kota Bandung Buka Opsi Gelar Rapat di Hotel untuk Dongkrak Ekonomi Pariwisata

badge-check


					Wali Kota Bandung Buka Opsi Gelar Rapat di Hotel untuk Dongkrak Ekonomi Pariwisata Perbesar

Matras News, Bandung – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan secara bertahap kembali menggelar rapat di hotel-hotel guna mendukung pemulihan ekonomi sektor perhotelan.

Kebijakan ini diambil meski bertolak belakang dengan larangan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terhadap aparatur sipil negara (ASN) provinsi mengadakan pertemuan di hotel.

“Wilayah kewenangan beliau adalah Pemerintah Provinsi. Jadi, larangan itu berlaku untuk ASN di lingkup provinsi, bukan kota,” tegas Farhan kepada media beberapa waktu lalu.

Farhan mengklaim kebijakannya sejalan dengan fleksibilitas yang diberikan pemerintah pusat, merujuk pada pernyataan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang memperbolehkan pemerintah daerah menyelenggarakan rapat di hotel.

Selain itu, ia menekankan kondisi kritis yang dialami hotel-hotel bintang dua dan tiga di Bandung akibat pandemi dan perlambatan ekonomi.

“Banyak hotel di kita yang suffer (tertekan). Kalau dibiarkan, bisa tutup dan memicu pemutusan hubungan kerja (PHK). Tujuan kami jelas: Bandung adalah kota wisata,” ujarnya.

Farhan memastikan perbedaan kebijakan dengan Pemprov Jabar tidak akan menimbulkan konflik. Menurutnya, kewenangan kedua pemerintahan telah jelas terpisah.

“Pak Gubernur sudah menyerahkan kewenangan sesuai level masing-masing. Saya memimpin Kota Bandung, beliau mengurus provinsi,” jelasnya.

Ia berharap langkah ini dapat menjadi stimulus bagi hotel-hotel kecil dan menengah yang menjadi tulang punggung industri pariwisata Bandung. Data Asosiasi Perhotelan Indonesia (PHRI) Jabar mencatat, tingkat okupansi hotel bintang dua dan tiga di Bandung masih di bawah 50% sejak 2023.

Baca Lainnya

Gebrak Run Race, Kapolsek Jatiasih Ajak Ratusan Pemuda Lari di Jalan

8 Maret 2026 - 03:35 WIB

Gebrak Run Race, Kapolsek Jatiasih Ajak Ratusan Pemuda Lari di Jalan

Ribuan Lansia dan Pelajar Bekasi Pecahkan Rekor MURI Tulis Mushaf Al-Qur’an

7 Maret 2026 - 03:11 WIB

Ribuan Lansia dan Pelajar Bekasi Pecahkan Rekor MURI Tulis Mushaf Al-Qur'an

69.232 Tiket Kapal Laut Gratis Mudik Lebaran 2026 Rute Aceh Hingga Jayapura

7 Maret 2026 - 02:57 WIB

69.232 Tiket Kapal Laut Gratis Mudik Lebaran 2026 Rute Aceh Hingga Jayapura

Tiga Bibit Siklon Tropis Picu Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia

7 Maret 2026 - 02:39 WIB

Tiga Bibit Siklon Tropis Picu Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia

Situasi Geopolitik Timur Tengah dan Global Jadi Sorotan, Kondisi Pariwisata Bali Masih Stabil

6 Maret 2026 - 02:09 WIB

Situasi Geopolitik Timur Tengah dan Global Jadi Sorotan, Kondisi Pariwisata Bali Masih Stabil
Trending di News