Menu

Mode Gelap
Menhub Dudy Temui Gubernur NTB Bahas Kesiapan Angkutan Lebaran 2026 Menteri Ekraf Safari Ramadan Nyaman Bersama di Aceh Shin Tae Yong Ungkap Senang Kembali ke Indonesia Swiss-Belresidences Kalibata Hadirkan Kampoeng Ramadan The Apurva Kempinski Bali Hadirkan Pelayaran Rempah Nusantara Polisi Dinilai Lamban Usut Kasus Penganiayaan IRT di Duren Sawit

Info Akademia

Wali Kota Bekasi Sidak Pra-Pendaftaran SPMB 2025

badge-check


					Foto : Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tinjau Langsung Pelaksanaan Pra-Pendaftaran SPMB 2025 di SMPN 4 dan SMPN 54 Kota Bekasi Perbesar

Foto : Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tinjau Langsung Pelaksanaan Pra-Pendaftaran SPMB 2025 di SMPN 4 dan SMPN 54 Kota Bekasi

Matras News, Bekasi – Menjelang dibukanya Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026, sejumlah orang tua siswa di Kota Bekasi mengeluhkan kendala teknis dalam sistem pendaftaran daring.

Merespons hal tersebut, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, melakukan kunjungan langsung ke SMP Negeri 4 dan SMP Negeri 54 untuk memantau pelaksanaan pra-pendaftaran SPMB dan mengevaluasi sistem yang digunakan.

Keluhan utama yang disampaikan orang tua melalui media sosial dan saluran pengaduan terkait dengan ketidaksesuaian antara alamat pada KTP/Kartu Keluarga (KK) dengan titik koordinat yang terdeteksi sistem di laman spmb.bekasikota.go.id. Hal ini menyebabkan kesulitan saat proses verifikasi domisili.

“Kami menerima laporan bahwa beberapa pendaftar kesulitan saat memasukkan titik koordinat sesuai domisili. Ini harus segera dibenahi agar tidak ada siswa yang dirugikan,” tegas Tri Adhianto saat berdialog dengan operator sekolah dan perwakilan orang tua.

Dalam kunjungannya, Wali Kota didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi serta jajaran terkait untuk memastikan sistem berjalan optimal. Ia meminta agar tim IT memperbaiki glitch teknis sekaligus meningkatkan sosialisasi mekanisme pendaftaran.

Tri menegaskan bahwa sistem SPMB 2025 dirancang dengan prinsip keadilan, objektivitas, dan transparansi, mengutamakan zonasi untuk pemerataan akses pendidikan. “Sistem zonasi ini harus dijaga ketat agar tidak ada celah untuk manipulasi atau titipan siswa,” ujarnya.

Ia juga menginstruksikan Dinas Pendidikan dan operator sekolah untuk memberikan pendampingan maksimal bagi orang tua yang mengalami kesulitan pendaftaran. “Layanan responsif dan solutif harus menjadi prioritas,” tambahnya.

Kunjungan ini sekaligus menjadi langkah antisipatif Pemkot Bekasi untuk meminimalisir kendala sebelum pendaftaran resmi dibuka. Beberapa langkah perbaikan yang akan segera dilakukan meliputi:

Dengan langkah proaktif ini, Wali Kota berharap proses SPMB 2025 berjalan lancar dan memenuhi asas keadilan. “Kami ingin memastikan tidak ada anak yang tertinggal hak pendidikannya karena kendala administrasi,” pungkas Tri.

Pemantauan serupa akan terus dilakukan di sejumlah sekolah lain sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bekasi meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Baca Lainnya

Pemerintah DIY Wajibkan Pendidikan Khas Kejogjaan di Seluruh Sekolah Mulai 2026

27 Februari 2026 - 02:06 WIB

Pemerintah DIY Wajibkan Pendidikan Khas Kejogjaan di Seluruh Sekolah Mulai 2026

Rektor UI Tegaskan Masuk Kampus Tak Cukup Bermodal Kaya, Hanya 1 Persen yang Diterima

23 Februari 2026 - 01:58 WIB

Rektor UI Tegaskan Masuk Kampus Tak Cukup Bermodal Kaya, Hanya 1 Persen yang Diterima

Beacon Academy Dukung 7 Anak dengan Cerebral Palsy dan Epilepsi

13 Februari 2026 - 14:17 WIB

PicMa 1055498 1770962231366 copy 1196x792

Universitas Paramadina dan KAS Latih Kapasitas Kepemimpinan 30 Guru Perempuan Malang

9 Februari 2026 - 00:51 WIB

Pelatihan Kepemimpinan Guru Perempuan Malang

Tingkat Partisipasi Tes Kemampuan Akademik Capai 8,5 Juta Peserta dalam Dua Pekan

5 Februari 2026 - 01:01 WIB

Tingkat Partisipasi Tes Kemampuan Akademik Capai 8,5 Juta Peserta dalam Dua Pekan
Trending di Info Akademia