Menu

Mode Gelap
Matras News dan Pullman Jakarta Central Park Perkuat Sinergi Media Jakarta Gaungkan SDGs Lewat Museum, Target 2030 Makin Dekat Pertamina Patra Niaga Kerek Turun Harga Bright Gas, Insentif Konsumen di Tengah Dinamika Pasar Stasiun Pengisian Daya BRT Bandung Mulai Dibangun, Hibah dari Korsel Krisis Lahan TPU Jatisari Kian Kritis, Dinas Perkimtan Kota Bekasi Siapkan Strategi Darurat Kejari Kota Bekasi Tahan Kabid Pasar Tersangka Pungli MCK Bantargebang

Info Akademia

Wali Kota Bekasi Tinjau SDN Margahayu IX Temukan Kondisi Bangunan Rapuh, Tembok Retak

badge-check

Wali Kota Bekasi Tinjau SDN Margahayu IX Temukan Kondisi Bangunan Rapuh, Tembok Retak Perbesar

MatrasNews, Bekasi – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, melakukan kunjungan mendadak ke SD Negeri Margahayu IX di Kecamatan Bekasi Timur, Senin 21 Juli 2025, menyusul penolakan warga terhadap rencana penggabungan (merger) sekolah tersebut.

Kedatangan Wali Kota didampingi Camat Bekasi Timur, Fitri Widyati, dan Lurah Margahayu, Siti Sopiah, untuk meninjau langsung kondisi bangunan yang dinilai memprihatinkan.

Rencana merger SDN Margahayu IX dengan sekolah lain sebelumnya mendapat penolakan keras dari orang tua siswa.

Mereka khawatir lokasi baru akan menyulitkan akses anak-anak mereka, sekaligus mengganggu sistem zonasi pendidikan.

“Kalau sekolah ini masih ada, adik-adiknya bisa melanjutkan di sini tanpa harus bersaing dengan calon siswa dari wilayah lain,” ujar salah satu orang tua saat menyampaikan aspirasi.

Dalam peninjauan, Tri Adhianto menemukan kondisi bangunan yang rapuh, tembok retak, serta risiko banjir akibat lokasinya yang berdekatan dengan Kali Bekasi.

Meski demikian, ia memutuskan untuk mengakomodasi permintaan warga dengan membatalkan merger dan mengusulkan renovasi.

“Saya sudah koordinasikan dengan Dinas Perumahan dan Pertanahan untuk menghitung estimasi biaya. Tahun ini juga akan kami anggarkan renovasi, bukan relokasi,” tegasnya.

Keputusan ini disambut positif warga, yang menilai keberadaan sekolah strategis bagi pendidikan anak-anak mereka. Pemerintah kota kini fokus pada perbaikan infrastruktur sekaligus mitigasi banjir di lingkungan sekolah.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Manusia di Zaman Edan: The Lead Institute Paramadina Bahas Kritik Herbert Marcuse dan Cak Nur

9 Juli 2026 - 00:09 WIB

Ketimpangan Pendidikan Tinggi: Rektor Paramadina Sebut PTN “Menindas” PTS

9 Juli 2026 - 00:08 WIB

Ketimpangan Pendidikan Tinggi: Rektor Paramadina Sebut PTN "Menindas" PTS

Misteri Kuota SMPN 1 Sukaraja Bogor: 33 Siswa Gugur, Data Ditutup Rapat, Disdik Bungkam

9 Juli 2026 - 00:05 WIB

Revisi UU Sisdiknas, Wajib Belajar 13 Tahun dan Penguatan Anggaran Pendidikan

9 Juli 2026 - 00:03 WIB

Mahasiswa UI Ciptakan Pulse-Ed, Solusi Belajar bagi Anak Sakit Kronis Raih Penghargaan Global

7 Juli 2026 - 00:52 WIB

Trending di Info Akademia