Menu

Mode Gelap
Gubernur DKI Minta Dinas Terkait Hingga Lurah Cek Jalan Berlubang Trans BeKen Dinilai Menggerus Pangsa Pasar Angkot Tradisional Rektor Paramadina Soroti Distorsi Fungsi PTN: Dari Riset Menjadi Industri Kursus Massal Trans Bekasi Keren Resmi Beroperasi, Rute Terminal Bekasi dan Harapan Indah Pemerintah Tegaskan Peran Keluarga dan Karakter Kunci Hadapi Dampak Digital BWH Hotels Indonesia Rayakan Harmoni Imlek dan Ramadan 2026 dengan Kampanye “Celebrating Togetherness”

News

Wamen Perumahan Usul Naikkan Pajak Rumah Tapak, Dorong Masyarakat Tinggal di Rusun

badge-check


					Wamen Perumahan Usul Naikkan Pajak Rumah Tapak, Dorong Masyarakat Tinggal di Rusun Perbesar

Matras News – Dalam Simposium Nasional “Sumitronomics dan Arah Ekonomi Indonesia” yang digelar Senin (9/6/2025), Fahri menyarankan penaikan pajak bagi pemilik rumah tapak agar warga beralih ke hunian vertikal atau rumah rusun.

“Misalnya nanti yang bikin rumah landed, pajaknya dinaikkan saja sampai dia tidak bisa tinggal di landed. Pasti dia akan tinggal di rumah susun,” tegas Fahri.

Fahri berargumen bahwa kota-kota besar di dunia sudah tidak lagi mengembangkan rumah tapak karena keterbatasan lahan.

Menurutnya, Indonesia harus mengikuti tren global dengan menghentikan pembangunan rumah tapak di perkotaan dan beralih ke konsep hunian vertikal.

“Setiap perkotaan di seluruh dunia tidak lagi punya rumah tapak. Kita harus berhenti membangunnya karena tanah di kota sudah habis,” ujarnya.

Namun, ia mengakui bahwa budaya tinggal di rusun belum membudaya di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah perlu gencar mengampanyekan peralihan ini.

Selain usul kontroversial soal pajak, Fahri juga mengusulkan perubahan skema subsidi perumahan. Ia meminta pemerintah mengalihkan subsidi dari permintaan (pembeli rumah) ke penyediaan tanah.

“Kami mengusulkan tidak perlu lagi subsidi di sisi permintaan. Yang penting subsidi di pasokan, yakni tanah. Stop subsidi di ujung [rumah], tetapi berikan subsidi pada tanah,” jelasnya.

Kebijakan ini dinilai dapat menekan harga tanah sehingga pembangunan rusun terjangkau. Namun, kritik muncul dari pengamat properti yang menilai kenaikan pajak rumah tapak justru memberatkan masyarakat kelas menengah.

Pemerintah disebut sedang mengkaji usulan ini lebih lanjut. Jika diterapkan, kebijakan ini bisa menjadi titik balik besar dalam kebijakan perumahan Indonesia.

Baca Lainnya

Gubernur DKI Minta Dinas Terkait Hingga Lurah Cek Jalan Berlubang

11 Februari 2026 - 03:05 WIB

Gubernur DKI Minta Dinas Terkait Hingga Lurah Cek Jalan Berlubang

Trans BeKen Dinilai Menggerus Pangsa Pasar Angkot Tradisional

11 Februari 2026 - 02:13 WIB

Trans BeKen Dinilai Menggerus Pangsa Pasar Angkot Tradisional

Rektor Paramadina Soroti Distorsi Fungsi PTN: Dari Riset Menjadi Industri Kursus Massal

11 Februari 2026 - 01:20 WIB

Rektor Paramadina Soroti Distorsi Fungsi PTN Dari Riset Menjadi Industri Kursus Massal

Trans Bekasi Keren Resmi Beroperasi, Rute Terminal Bekasi dan Harapan Indah

11 Februari 2026 - 00:43 WIB

Trans Bekasi Keren Resmi Beroperasi, Rute Terminal Bekasi dan Harapan Indah

Pemerintah Tegaskan Peran Keluarga dan Karakter Kunci Hadapi Dampak Digital

11 Februari 2026 - 00:35 WIB

Pemerintah Tegaskan Peran Keluarga dan Karakter Kunci Hadapi Dampak Digital
Trending di News
error: Matras News