Menu

Mode Gelap
9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla Tiba di Tanah Air Setelah Ditahan Israel Ekonom Meragukan Data Pertumbuhan 5,61%, Peringatkan Kerapuhan Ekonomi Melawan Arus, Alika Shafira Rilis EP Bertajuk Tentang Diriku BYD Tech Culture Fest 2026 Digelar di GBK Senayan Gubernur Banten Gencar Promosikan Daerah sebagai Pusat Industri Darurat Begal Upah, Pekerja Indomaret Tuntut Hak Lembur Libur Nasional

News

Warga Baseh Laporkan Ke Presiden Operasi Tambang Granit Ilegal di Lereng Gunung Slamet

badge-check


					Warga Baseh Laporkan Ke Presiden Operasi Tambang Granit Ilegal di Lereng Gunung Slamet Perbesar

MATRASNEWS, BANYUMAS – Warga Desa Baseh, Kecamatan Kedungbanteng, menyampaikan protes keras dan keprihatinan mendalam atas aktivitas tambang granit di bawah lereng Gunung Slamet. Padahal, tambang tersebut berstatus tutup sementara, namun aktivitas keluar-masuk truk masih terlihat, mengindikasikan operasi terus berjalan.

Melalui organisasi MURBA (Musyawarah Masyarakat Baseh), warga mengirimkan surat resmi kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Kementerian ESDM, Gubernur Jawa Tengah, Bupati Banyumas, dan DLH setempat. Mereka menegaskan, keberadaan truk tersebut merupakan bukti bahwa larangan seluruh aktivitas selama masa tutup sementara dilanggar.

“Keberadaan truk yang masih keluar-masuk jelas menunjukkan tambang ini belum benar-benar berhenti. Ini membahayakan kami,” tegas pernyataan warga dalam surat tersebut.

Warga menilai operasi tambang yang terus berjalan itu membawa ancaman serius. Keselamatan ribuan penduduk di bawah lereng Gunung Slamet terancam oleh peningkatan risiko longsor besar. Selain itu, aktivitas tambang telah merusak lahan pertanian dan menghilangkan mata air yang menjadi sumber kehidupan bagi sekitar 80 kepala keluarga.

MURBA mendesak pemerintah pusat hingga daerah untuk mengambil tindakan tegas. Tuntutan mereka jelas: menghentikan seluruh kegiatan tambang secara nyata dan menetapkan penutupan permanen lokasi tersebut. Hal ini dinilai mutlak diperlukan demi keselamatan lingkungan dan keberlangsungan hidup warga sekitar.

“Kami meminta komitmen nyata dari para pemimpin untuk melindungi warga dan alam, bukan kepentingan tambang yang abai pada aturan,” demikian penekanan dalam surat protes tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak perusahaan tambang maupun instansi terkait atas laporan dan tuntutan warga Desa Baseh.

Cek Berita lain di Google News

Baca Lainnya

9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla Tiba di Tanah Air Setelah Ditahan Israel

25 Mei 2026 - 01:59 WIB

9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla Tiba di Tanah Air Setelah Ditahan Israel

Ekonom Meragukan Data Pertumbuhan 5,61%, Peringatkan Kerapuhan Ekonomi

25 Mei 2026 - 01:54 WIB

Ekonom Meragukan Data Pertumbuhan 5,61%, Peringatkan Kerapuhan Ekonomi

Darurat Begal Upah, Pekerja Indomaret Tuntut Hak Lembur Libur Nasional

25 Mei 2026 - 00:29 WIB

Darurat Begal Upah, Pekerja Indomaret Tuntut Hak Lembur Libur Nasional

Hanya 13 Spesies Kuda Laut Tercatat di Indonesia, Habitat Rusak

23 Mei 2026 - 00:31 WIB

Komisi V DPR Sudjatmiko Desak Flyover Bekasi Segera Dibangun

22 Mei 2026 - 19:31 WIB

Komisi V DPR Sudjatmiko Desak Flyover Bekasi Segera Dibangun
Trending di News