Menu

Mode Gelap
WaterBoom Lippo Cikarang Hadirkan Paket Splash and Snack Deal, Liburan Air Plus Cemilan Adira Finance Luncurkan HASANAH, Solusi Pembiayaan Syariah untuk Porsi Haji Plus di Adira Expo Solo Wamen Ekraf Bahas Kolaborasi Ekonomi Kreatif Indonesia-Korea Selatan Bersama KBRI Seoul Menpar Paparkan Rencana Kerja 2026 dan Capaian Pariwisata 2025 di Hadapan Komisi VII DPR Terdampak Banjir, Warga Kelurahan Harapanmulya Bangun Dapur Umum Primaya Hospital Bekasi Timur Ditunjuk sebagai Mitra Medis Resmi KONI Kota Bekasi untuk Porprov Jabar 2026

News

Warga Baseh Laporkan Ke Presiden Operasi Tambang Granit Ilegal di Lereng Gunung Slamet


					Warga Baseh Laporkan Ke Presiden Operasi Tambang Granit Ilegal di Lereng Gunung Slamet Perbesar

MATRASNEWS, BANYUMAS – Warga Desa Baseh, Kecamatan Kedungbanteng, menyampaikan protes keras dan keprihatinan mendalam atas aktivitas tambang granit di bawah lereng Gunung Slamet. Padahal, tambang tersebut berstatus tutup sementara, namun aktivitas keluar-masuk truk masih terlihat, mengindikasikan operasi terus berjalan.

Melalui organisasi MURBA (Musyawarah Masyarakat Baseh), warga mengirimkan surat resmi kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Kementerian ESDM, Gubernur Jawa Tengah, Bupati Banyumas, dan DLH setempat. Mereka menegaskan, keberadaan truk tersebut merupakan bukti bahwa larangan seluruh aktivitas selama masa tutup sementara dilanggar.

“Keberadaan truk yang masih keluar-masuk jelas menunjukkan tambang ini belum benar-benar berhenti. Ini membahayakan kami,” tegas pernyataan warga dalam surat tersebut.

Majalah Matras scaled

Warga menilai operasi tambang yang terus berjalan itu membawa ancaman serius. Keselamatan ribuan penduduk di bawah lereng Gunung Slamet terancam oleh peningkatan risiko longsor besar. Selain itu, aktivitas tambang telah merusak lahan pertanian dan menghilangkan mata air yang menjadi sumber kehidupan bagi sekitar 80 kepala keluarga.

MURBA mendesak pemerintah pusat hingga daerah untuk mengambil tindakan tegas. Tuntutan mereka jelas: menghentikan seluruh kegiatan tambang secara nyata dan menetapkan penutupan permanen lokasi tersebut. Hal ini dinilai mutlak diperlukan demi keselamatan lingkungan dan keberlangsungan hidup warga sekitar.

“Kami meminta komitmen nyata dari para pemimpin untuk melindungi warga dan alam, bukan kepentingan tambang yang abai pada aturan,” demikian penekanan dalam surat protes tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak perusahaan tambang maupun instansi terkait atas laporan dan tuntutan warga Desa Baseh.

Cek Berita lain di Google News

Baca Lainnya

Wamen Ekraf Bahas Kolaborasi Ekonomi Kreatif Indonesia-Korea Selatan Bersama KBRI Seoul

24 Januari 2026 - 02:29 WIB

Wamen Ekraf Bahas Kolaborasi Ekonomi Kreatif Indonesia-Korea Selatan Bersama KBRI Seoul

Menpar Paparkan Rencana Kerja 2026 dan Capaian Pariwisata 2025 di Hadapan Komisi VII DPR

24 Januari 2026 - 02:25 WIB

Menpar Paparkan Rencana Kerja 2026 dan Capaian Pariwisata 2025 di Hadapan Komisi VII DPR

Terdampak Banjir, Warga Kelurahan Harapanmulya Bangun Dapur Umum

24 Januari 2026 - 02:20 WIB

Terdampak Banjir, Warga Kelurahan Harapanmulya Bangun Dapur Umum

Perluas Akses dan Tekan Kesalahan, Bappenas Dorong Transformasi Digital Penyaluran Bansos

23 Januari 2026 - 03:23 WIB

Begini Cara Mendapatkan Bansos PKH

Tidak Tersentuh Pematusan, Ketua Fraksi PKB Minta Jadi Perhatian Serius Walkot dan Dinas Terkait

23 Januari 2026 - 03:13 WIB

Tidak Tersentuh Pematusan, Ketua Fraksi PKB Minta Jadi Perhatian Serius Walkot dan Dinas Terkait
Trending di News
error: Matras News