Menu

Breaking News

News

Yusril Raih Doktor Filsafat UI, Rektor Paramadina: Ini Pengingat Pentingnya Tradisi Intelektual dalam Politik

badge-check

Yusril Raih Doktor Filsafat UI, Rektor Paramadina: Ini Pengingat Pentingnya Tradisi Intelektual dalam Politik Perbesar


MATRASNEWS, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, resmi meraih gelar Doktor Ilmu Filsafat dari Universitas Indonesia (UI). Dalam sidang terbuka di Depok, Kamis (2/7), ia mempertahankan disertasi berjudul Penafsiran Kembali Pemikiran Mohammad Natsir tentang Relasi Islam dengan Negara: Sebuah Telaah Filsafat dengan Pendekatan Hermeneutika Fenomenologis-Eksistensial.

Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, Ph.D., menilai langkah Yusril sebagai fenomena langka di tengah politik yang didominasi popularitas. Menurutnya, keputusan Yusril menempuh studi doktor filsafat meski telah bergelar profesor menjadi pengingat pentingnya tradisi intelektual. “Yusril adalah tokoh gerakan sejak usia muda. Wajah intelektualitasnya tetap hidup, setara dengan tokoh-tokoh politik di masa kemerdekaan,” ujar Prof. Didik. Ia bahkan menyebut disertasi ini sebagai bukti “kemaruknya” terhadap ilmu.

Gagasan Demokrasi Teistik Natsir

Dalam disertasinya, Yusril mengkaji ulang pemikiran Mohammad Natsir tentang relasi agama dan negara. Penelitian ini berangkat dari kegelisahan akademiknya mengenai perdebatan yang masih berlangsung di berbagai forum.

Prof. Didik menjelaskan, Yusril berhasil merumuskan kerangka filsafat politik Natsir yang selama ini tidak terlihat. “Melalui pendekatan filsafat, Yusril melihat Natsir bukan hanya intelektual dan politisi, tetapi juga seorang filsuf sejati,” ujarnya. Disertasi ini menegaskan bahwa Natsir tidak menawarkan negara Islam formal maupun negara sekuler, melainkan konsep Demokrasi Teistik, yaitu negara demokratis yang dilandasi etika keagamaan.

Kajian ini memperlihatkan bahwa Natsir mengembangkan filsafat politiknya sendiri sebagai respons terhadap tantangan zaman, dari masa kolonial hingga Orde Baru . Penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan filsafat politik dan pemikiran politik Islam di Indonesia.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Pramono Anung Dorong Ulama-Habaib Jaga Kerukunan Jakarta

31 Agu 2026 - 00:23 WIB

Pramono Anung Dorong Ulama-Habaib Jaga Kerukunan Jakarta

Anggota DPRD Kota Bekasi Yenny Kristianti Hadiri Syukuran Kemerdekaan di Kranji

30 Agu 2026 - 03:06 WIB

Anggota DPRD Kota Bekasi Yenny Kristianti Hadiri Syukuran Kemerdekaan di Kranji

Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi Bagikan Puluhan Doorprize di RT 003 RW 022

30 Agu 2026 - 02:21 WIB

Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi Bagikan Puluhan Doorprize di RT 003 RW 022

Sisir Kali Bekasi, Tim Gabungan Tak Temukan Pipa Limbah Industri

29 Agu 2026 - 12:30 WIB

Sisir Kali Bekasi, Tim Gabungan Tak Temukan Pipa Limbah Industri

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kukuhkan 25 Auditor ISPS Code

28 Agu 2026 - 14:10 WIB

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kukuhkan 25 Auditor ISPS Code
Trending di News