Menu

Mode Gelap
Yusril Raih Doktor Filsafat UI, Rektor Paramadina: Ini Pengingat Pentingnya Tradisi Intelektual dalam Politik Wali Kota Apresiasi Gerakan Pembagian Pohon GUNTING di Hutan Kota Bekasi Diskon Penyeberangan Tembus 1,08 Juta Pemakai, Subsidi Rp21 Miliar Pengawasan AKAP Diperketat, Rata-Rata Kepatuhan Bus Baru 57 Persen Tren Baru Liburan Musim Panas: Wisatawan Asing Mulai Jelajahi Sisi Lain Indonesia Koordinasi Teknis Matangkan Skenario, Uji Coba MLFF Ditentukan Kemudian

News

Koordinasi Teknis Matangkan Skenario, Uji Coba MLFF Ditentukan Kemudian

badge-check

Koordinasi Teknis Matangkan Skenario, Uji Coba MLFF Ditentukan Kemudian Perbesar


MATRASNEWS, JAKARTA – Persiapan implementasi sistem pembayaran tol nirsentuh Multi Lane Free Flow (MLFF) memasuki babak baru dengan fokus pada penyusunan skenario teknis. Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) terus berkoordinasi dengan PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) selaku Badan Usaha Pelaksana, guna mematangkan pra-uji coba. Namun, kepastian waktu dan lokasi uji coba masih dalam proses penggodokan.

Kepala BPJT, Ni Komang Rasminiati, menyampaikan bahwa koordinasi intensif dilakukan untuk menyiapkan berbagai skenario pengujian. “Kita sedang persiapan untuk menyiapkan ke arah sana secara teknis skenario-skenario yang akan diujicobakan,” ujarnya di kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jumat (3/7/2026).

Proses saat ini bukan sekadar uji coba, melainkan pendalaman teknis untuk memastikan sistem benar-benar cocok dengan ekosistem jalan tol Indonesia. Menurut Komang, penetapan jadwal maupun lokasi baru akan dilakukan setelah seluruh aspek teknis dinilai matang . “Ya, kalau persiapannya sudah cukup matang, baru kita bisa menentukan targetnya kapan bisa dilakukan pra uji-coba,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan Direktur PT Roatex Indonesia Toll System (RITS), Renaldi Utomo. Perusahaannya terlibat aktif dalam menyusun skenario yang mencakup berbagai kemungkinan kondisi di lapangan. Ia menilai koordinasi dengan pemerintah berjalan baik dan komitmen terhadap proyek tetap terjaga.

Renaldi menegaskan kontrak kerja sama yang berlaku sejak Maret 2022 tetap mengacu pada konsep MLFF. Namun, masa transisi masih memungkinkan penggunaan sistem gerbang tol konvensional. “Kami memang sudah sepakat bahwa dalam proses transisi ini masih mempergunakan barrier. Jadi ada konsep transisi dan ada konsep akhir sesuai desain MLFF,” katanya.

Soal lokasi, Bali yang sejak awal direncanakan sebagai proyek percontohan masih menjadi opsi. Namun, pengujian juga dapat dilakukan di ruas tol lain, menyesuaikan dengan skenario yang telah disusun.

Pengamat transportasi dari Politeknik Transportasi Jalan, Anton Budiharjo, menilai sistem MLFF adalah keniscayaan untuk masa depan pengelolaan tol di Indonesia. Selain mempercepat arus kendaraan, sistem ini dinilai memudahkan pengawasan dan pengelolaan data transaksi secara digital.

“Volume lalu lintas terus meningkat. Dengan pembayaran berbasis elektronik, seluruh transaksi akan tercatat secara digital sehingga pengawasan menjadi lebih mudah,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Yusril Raih Doktor Filsafat UI, Rektor Paramadina: Ini Pengingat Pentingnya Tradisi Intelektual dalam Politik

6 Juli 2026 - 00:09 WIB

Wali Kota Apresiasi Gerakan Pembagian Pohon GUNTING di Hutan Kota Bekasi

6 Juli 2026 - 00:07 WIB

Diskon Penyeberangan Tembus 1,08 Juta Pemakai, Subsidi Rp21 Miliar

6 Juli 2026 - 00:06 WIB

Pengawasan AKAP Diperketat, Rata-Rata Kepatuhan Bus Baru 57 Persen

6 Juli 2026 - 00:05 WIB

Proyek PSEL Bekasi Siap Groundbreaking, Nasib Pekerja Lokal Masih Menggantung

4 Juli 2026 - 18:52 WIB

Trending di News