Program ini menyasar rute-rute strategis di daerah kepulauan. Di kawasan timur Indonesia, tersedia rute Sorong–Waisai dengan kapasitas 1.600 penumpang serta Jayapura–Biak yang mampu mengangkut hingga 700 penumpang.
Di wilayah Maluku dan Sulawesi, sejumlah rute seperti Ambon–Namlea, Ambon–Bula, Kendari–Raha, hingga Kendari–Baubau turut masuk dalam program. Sementara di wilayah barat, rute Banda Aceh–Sabang dengan kapasitas 1.250 penumpang menjadi salah satu jalur favorit, disusul Gresik–Bawean, Kalianget–Kangean, hingga Lembar–Surabaya.
Pemerintah menggandeng lima operator pelayaran nasional, yakni PT Belibis Papua Mandiri, PT Pelayaran Dharma Indah, PT Pelayaran Sakti Inti Makmur, PT Dharma Lautan Utama, serta PT Jembatan Nusantara.
Pendaftaran dapat dilakukan mulai 6 Maret 2026 hingga kuota habis. Calon penumpang cukup menyiapkan identitas diri seperti KTP, SIM, atau Kartu Keluarga. Dalam satu pendaftaran, masyarakat dapat mendaftarkan maksimal empat penumpang dalam satu keluarga.
Pemerintah menegaskan tiket gratis ini tidak boleh diperjualbelikan. Penumpang juga dilarang membawa barang berbahaya maupun minuman keras ke dalam kapal.
Setiap kapal yang dilibatkan telah melalui pemeriksaan kelaikan oleh otoritas pelabuhan setempat untuk memastikan keamanan perjalanan. Program ini diharapkan membantu masyarakat mudik dengan aman, nyaman, serta mengurangi potensi kepadatan transportasi di jalur darat dan udara selama periode Lebaran.
Ikuti berita terkini di Google News, klik di sini.











