Menu

Mode Gelap
Generasi Muda Wajib Upgrade Skill Hadapi Disrupsi AI Kritik SPAI: Potongan Ojol Tembus 24%, Tak Sesuai Perpres Potensi Transaksi Produk Pangan Indonesia di Taiwan Tembus Rp89,5 Miliar Menghemat Konsumsi Energi Rumah Tangga dengan Samsung AI Energy Mode ASEAN4TB Symposium 2026 Perkuat Riset TB di Asia Tenggara APPBI Gelar Pameran Puspa Nuswantara 2026

News

Apakah Jalur Kereta Api Stasiun Bekasi Jadi Objek Vital Nasional, Lalu Dimana Kinerja Dishub Kota Bekasi

badge-check

Apakah Jalur Kereta Api Stasiun Bekasi Jadi Objek Vital Nasional, Lalu Dimana Kinerja Dishub Kota Bekasi Perbesar

Matras News, Bekasi – Palang pintu perlintasan atau jalur Kereta Api bisa dikatakan “Objek Vital Nasional”, menyangkut kerawanan dan keselamatan hidup orang banyak pada sektor Perkeretaapian.

Dikutip dari Ditjen Perkeretaapian, Objek Vital Sektor Perkeretaapian sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 63 Tahun 2004 Pasal 1 Ayat 1, Objek Vital Nasional adalah kawasan/lokasi, bangunan/instalasi dan/atau usaha yang menyangkut hajat hidup orang banyak, kepentingan negara dan/atau sumber pendapatan negara yang bersifat strategis.

Melalui penetapan ini, maka aset yang menjadi Objek Vital Nasional akan mendapatkan perhatian khusus dari Pihak Berwajib.

Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor: KM 72 Tahun 2004 tentang Objek Vital Transportasi, Pos dan Telekomunikasi, Objek Vital Nasional pada sektor perkeretaapian mencakup Stasiun dan Jalur Kereta Api.

Lalu bagaimana dengan keselamatan pengguna jalan yang melintasi perlintasan Kereta Api Stasiun Bekasi. Lalulintas tersendat bahkan, bisa sampai 1 jam lebih jika melintasi perintasan Stasiun Bekasi pada jam tertentu. Bahkan kendaraan masih berada di atas perlintasan saat kereta melintas.

Terparkir angkot-angkot di bibir pintu perlintasan, serta naik turun penumpang ojek online, menjadi faktor penyebab kemacetan parah, serta tidak teratur. Apakah Dinas Perhubungan Kota Bekasi tidak sanggup mengatasinya?.

Lantaran hal tersebut sangat membahayakan pengguna jalan, Aktivis Kemanusiaan Kota Bekasi, Frits Saikat sangat menyayangkan kinerja Dishub Kota Bekasi yang dianggap tidak serius dalam menangani kemacetan di area Pintu Perlintasan Kereta Api di Stasiun Kota Bekasi.

” Saya sangat menyayangkan sikap Zeno Kadishub Kota Bekasi yang terkesan tidak serius dan abai terhadap penanganan Perlintasan Pintu Kereta Api di Stasiun Kota Bekasi, tegas Frits kepada matrasnews.com pada Jumat, 22 November 2024.

Ini dapat berdampak dan memiliki nilai resiko sangat tinggi terhadap Masyarakat bila ditangani dengan tidak serius, terpantau ditengah kemacetan parah malam tadi (pukul 19.00 WIB 20/11/2024) hanya 1 personil yang diturunkan oleh Zeno Kadishub Kota Bekasi diarea tersebut, papar Frits.

Ini apa? Seharusnya Zeno sebagai Kadishub mampu mencari solusi tepat terkait hal tersebut, ini bukan hal baru sudah bertahun tahun masalah ini tidak memiliki solusi dan penanganan yang serius oleh Kadishub.

Seharusnya Zeno sebagai Kadishub memiliki kemampuan mencari solusinya karena kan dia digaji untuk itu, ujar Frits Saikat

Hal ini menjadi Raport Merah Zeno selaku Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi atas ketidak mampunya sebagai Kepala Dinas untuk mencari solusi dari permasalahan yang sudah terjadi selama bertahun tahun, tegas Frits.

Sementara Say Monanggedeon, Ketua RW01, Kelurahan Margamulya, Kecamatan Bekasi Utara Kota Bekasi mengaku sangat prihatin, pasalnya saya dan warga saya pernah terjebak hampir 2 jam saat ingin melintasi perlintasan dari arah bulan-bulan.

Banyak warga saya yang bicara kepada saya (curhat), selain macet parah trotoar juga tidak berfungsi selayaknya. Karena tidak dapat menggunakan trotoar dan macet membuat warga kehilangan waktu dan bahan bakar terbuang percuma akibat macet.

“Masa warga Saya harus berbondong-bandong menggelar aksi penyampaian pendapat (demo) ke dinas terkait,” tegas Monang.

Ia (red-monang) juga menyesalkan pihak terkait bertahun-tahun tidak bisa mengurai dan merapihkan agar tidak terjadi kemacetan lagi, itu kan sangat bahaya bagi pengendara tolong di pikirkan lah solusinya, pungkasnya kepada matrasnews.com beberapa waktu lalu.

“Saya berharap dinas dalam terkait dalam waktu dekat bisa menyelesaikan dan merapihkan memberi solusi, agar jalur tersebut tidak semrawut, macet parah, tegas Monang.

Monang juga mengusulkan ada rekayasa arus lalulintas. Seperti angkot jangan ada di jalan perjuangan dengan adanya barier mempersempit jalan perjuangan. Angkot lebih baik di masukkan ke jalan Pusdiklat PT. KAI dan di buka pintu keluar masuk penumpang di jalan Pusdiklat sehingga mengurangi penumpang yang keluar ke jalan Perjuangan, terangnya.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Generasi Muda Wajib Upgrade Skill Hadapi Disrupsi AI

3 Juli 2026 - 10:05 WIB

Kritik SPAI: Potongan Ojol Tembus 24%, Tak Sesuai Perpres

3 Juli 2026 - 00:40 WIB

Menghemat Konsumsi Energi Rumah Tangga dengan Samsung AI Energy Mode

3 Juli 2026 - 00:01 WIB

Dugaan Penipuan Fatwa Halal untuk Kripto, Korban Rugi Rp1,8 Miliar

2 Juli 2026 - 00:06 WIB

Tiga Dekade Menanti Keadilan, Komnas HAM Bawa Kasus PRD/SMID ke DPR

2 Juli 2026 - 00:05 WIB

Trending di News