Matras News, Gaya Hidup – Pernah merasakan dimana anak itu susah diberi tahu, jika di beritahu malah ngeyel dan melawan lalu ngambek, hal tersebut biasa disebut keras kepala. Sebenarnya setiap anak itu pasti punya sifat ‘keras kepala’ ini. Karena usia juga, kemampuan untuk mengerti dan memahami suatu hal juga belum sempurna.
Sebenarnya sifat keras kepala itu lebih dipengaruhi oleh sikap orang tuanya sendiri. Kalau pola asuhnya salah, maka hal itu pun akan memperburuk sifat keras kepala pada anak. Contohnya: rata-rata setiap anak kalau lewat toko mainan, keliatan mainan yang dia suka, anak cenderung ingin minta dibelikan mainan tersebut.
Ada orang tua yang bisa memberi tau dan memberikan pengertian pada anak kenapa tidak membeli mainan itu. Ada juga orang tua yang tidak tahan dengan rengekan dan tangisan anak ketika meminta mainan itu, dan akhirnya membelikan mainan itu pada anak. Hal ini juga akan memberikan pengaruh besar dalam pembentukan karakter anak yang keras kepala ini.
Makanya kita sebagai orang tua harus lebih bijak ya ketika bersikap pada anak, karena hal ini akan menentukan dan membentuk karakter pada anak juga.
Pahami beberapa hal berikut dibawah ini:
- Anak slalu sering dibentak, Ketika anak melakukan kesalahan, orang tua secara spontan membentak anak, bahkan di depan orang banyak. Hal tersebut malah akan membuat anak menjadi sakit hati. Walaupun anak menuruti perkataan orang tua, namun didalam hatianak, anak merasa jengkel.
- Selalu menuruti semua permintaan anak, ketika anak meminta sesuatu, ada juga orang tua yang tidak tahan dengan rengekan anak, maka yang akan dituruti permintaan anak. Kebiasaan ini justru akan membangun sikap keras kepala pada anak. Anak jadi belajar bahwa dengan sikap keras kepala orang tua akan menuruti permintaannya.
- Selalu berbicara dengan nada keras. Anak adalah peniru yang sangat handal. Apapun yang dilakukan orang tua, akan direkam pada anak dan akan ditiru suatu hari nanti. Jika orang tua selalu menyelesaikan masalah dengan nada keras, maka anak pun akan meniru hal tersebut. Anak jadi belajar, bahwa jika ada masalah, bisa diselesaikan dengan marah-marah atau nada keras.
- Anak kurang mendapatkan perhatian. Anak yang kurang mendapatkan perhatian juga bisa menjadi keras kepala loh. Biasanya anak akan bersikap tantrum atau keras kepala untuk mendapatkan perhatian dari orang tua atau sekitarnya.
- Orang tua terlalu otoriter. Orang tua yang otoriter biasanya selalu menuntut anak untuk mengikuti semua kemauan orang tua. Pola asuh seperti ini akan membuat anak tidak bebas untuk berkreasi dan akan selalu membatasi ruang gerak anak sendiri. Seiring berjalannya waktu, anak pun akan menjadi keras kepala dan cenderung untuk berontak. (hr)











