MATRASNEWS, BEKASI – Komisi IV DPRD Kota Bekasi meminta Dinas Pendidikan mempercepat sosialisasi dan kesiapan teknis Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) 2026 menyusul sejumlah temuan krusial.
Wakil Ketua Komisi IV, Wildan Faturahman, usai rapat bersama Dinas Pendidikan, Senin (4/5/2026), mengungkapkan terjadi penurunan lulusan SD tahun ini sekitar 2.000 siswa dibanding 2025. Total lulusan SD saat ini sekitar 40.000 siswa.
“SMP negeri hanya mampu menyerap 51 persen. Sisanya harus diarahkan ke swasta,” ujar Wildan.
Sebagai solusi, Pemkot Bekasi menggagas program “SMP gratis rintisan” bekerja sama dengan 47 sekolah swasta. Anggaran Rp10 miliar disiapkan untuk menampung hampir 3.000 siswa dengan biaya Rp3 juta per anak per tahun.
“MoU segera dilakukan. Ini langkah awal mengakomodir anak yang tidak tertampung negeri,” jelasnya.
Namun, Wildan melontarkan kritik tajam. Menurutnya, kesiapan teknis SPMB 2026 dinilai tertinggal. “Website belum siap, sementara pendaftaran pertengahan bulan. Bandingkan dengan dashboard SPMB Tangerang yang sudah terupdate,” tegasnya.
Ia meminta dashboard SPMB Bekasi tayang dalam 1-2 hari ke depan. Sosialisasi juga harus massif melibatkan camat, lurah, hingga RT/RW.
Komisi IV turut mengingatkan catatan SPMB 2025, seperti aplikasi bermasalah di tengah jalan dan hambatan orang tua saat pendaftaran online. “Kami minta mitigasi dan operator sekolah disiagakan untuk membantu orang tua,” imbuh Wildan.
Terkait isu siswa titipan, Wildan menekankan SPMB 2026 harus berjalan transparan dan akuntabel demi menjaga kepercayaan publik.











