MATRASNEWS, BALI – Sebanyak 130 pakar bahan bakar penerbangan dari berbagai negara berkumpul di Bali pada awal Juli 2026 untuk menghadiri The Fourth Meeting of ICAO Committee on Aviation Environmental Protection (CAEP) Working Group 5 (WG5). Pertemuan yang berlangsung dalam siklus kerja CAEP ke-14 ini menjadi ajang strategis memperkuat kolaborasi global dalam mendukung dekarbonisasi sektor penerbangan. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan bertindak sebagai tuan rumah.
Forum ini menjadi krusial di tengah tekanan besar industri penerbangan global. Indonesia, yang sangat bergantung pada konektivitas udara sebagai negara kepulauan, menekankan pendekatan yang berimbang dalam pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF). Selain menjaga integritas lingkungan, Indonesia mendorong pengakuan atas keberagaman sumber daya dan teknologi produksi yang dimiliki berbagai negara.
Peran Strategis WG5












Komentar ditutup.