Pertemuan ini menjadi panggung bagi tiga kelompok kerja utama di bawah WG5: Life Cycle Assessment (LCA), Keberlanjutan, dan Teknologi. Ketiganya berfungsi memperkuat landasan teknis bagi pengembangan Bahan Bakar yang Memenuhi Syarat CORSIA (CORSIA Eligible Fuels), skema pengurangan emisi karbon penerbangan internasional. Indonesia, melalui perwakilannya di ICAO CAEP, Syamsu Rizal, menegaskan komitmen untuk berkontribusi aktif melalui partisipasi berbasis ilmiah.
Mengusung semangat transparansi, Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, Sokhib Al Rokhman, menyatakan bahwa pertemuan di Bali merupakan momentum penting untuk mempercepat transformasi menuju penerbangan berkelanjutan. “Indonesia meyakini keberhasilan dekarbonisasi hanya bisa dicapai melalui kolaborasi internasional yang didukung ilmu pengetahuan dan inovasi,” ujarnya.
Ikuti berita terkini di Google News












Komentar ditutup.