Menu

Mode Gelap
Laba BSN Tembus Rp473 Miliar, Tumbuh 40,99% Lapas Bekasi Luncurkan Sistem Kunjungan Daring, Keluarga Tak Perlu Antre Menko Kumham Imipas Buka Ruang Dialog dengan BEM SI Kunjungan Ilmiah Perkuat Hubungan Riset Australia-Indonesia Schneider Electric Gandeng Foxconn Kembangkan Pusat Data AI Masa Depan BunnKOPI Jember Semarakkan Festival Batik Bojonegoro dengan Cita Rasa Kopi Pilihan

News

Demam Purbaya di Indonesia, Ini Pangeran Purbaya dari Betawi

badge-check


					Foto: DR. Azis Khafia : Tokoh Masyarakat Badan Musyawarah Suku Betawi. Mantan Anggota DPD RI - Daerah Pemilihan Jakarta Raya: Perbesar

Foto: DR. Azis Khafia : Tokoh Masyarakat Badan Musyawarah Suku Betawi. Mantan Anggota DPD RI - Daerah Pemilihan Jakarta Raya:

MatrasNews, Jakarta – Di Indonesia saat ini sedang demam Purbaya, yakni sosok Menteri Keuangan RI yang namanya kini menjadi viral verkat gaya nya yang santai, ceplas-ceplos. Meski secara kinerja belum memberi efek apa-apa terhadap perkembangan ekonomi bangsa dan daya beli masyarakat.

Saya jadi ingat sosok Pangeran Purbaya, anak Betawi asli Condet (setidaknya menurut sumber oud Batavia 1935) dan Sejarawan Betawi Ridwan Saidi sempat mengulasnya.

Pangeran bukan berarti anak raja, namun sebutan orang yang super kaya (crazy rich lah kalo zaman now). Karena kekayaannya kuasanya maka masyarakat menyebutnya Pangeran Purbaya. Bukan hanya kaya raya Ia juga penguasa adat Betawi saat itu.

Kekayaannya antara lain sebidang tanah yang luas di Ciliiitan Besar. Kalau tandem (kepercayaan) Ia memiliki orang kepercayaan yang bernama Ki Balung Tunggal.

Ia menjadi kepercayaan Pangeran Purbaya untuk mengurus bisnis (usaha), pada masa itu orang Condet bertenun sutera dari jenis ulat bernama Condet. oleh jadi nama wilayah Condet diambil dari nama tersebut.

Dari bahan sutera masyarakat Condet sudah mulai mengenal seni membatik. Sejak datangannya VOC pada tahun 1619, sampai dengan tahun 1700 mereka tak bisa masuk Condet, lantaran Pangeran Purbaya selain orang kaya ia juga jago (jawara) dan memilik pengikut yang fanatik.

Namun pada 1718 VOC bisa masuk dan terjadi perang dengan pasukan rakyat Condet pimpinan Ki Balung Tunggal. Condet terdesak karena VOC pakai persenjataan lebih modern (senapan).

Pangeran Purbaya ditangkap dan Tanahnya disita. Ia dibuang ke India sampai wafatnya. Nama Jalan Pangeran di Condet merupakan nama lama.

Dulu Gang Pangeran. Itu sebagai kenangan (memori) untuk Pangeran Purbaya. Makam Ki Balung Tunggal di lebak depan Kantor Lurah Bale Kambang. Bale kambang adalah rumah dengan tiang-tiang yang tinggi. Batu Ampar adalah dolmen.

Condet kawasan tua.  Di sini ada Goa Monyet. Dan disini pula terjadi dua kali perlawanan terhadap Belanda. 1718 peristiwa Pangeran Purbaya, 1916 pemberontakan Haji Entong Gendut.

Dari sekilas catatan tentang Pangeran Purbaya asal Condet, memberikan gambaran bahwa Kaum Betawi sejak dahulu memang dikenal sebagai pejuang yang tangguh dan memiliki komitmen yang kuat dalam melawan kebatilan (penjajah), sikap mental tersebut selayaknya menjadi inspirasi dan motivasi Purbaya saat ini. Berjuang n berkiprah dalam realita bukan dalam media (pencitraan) semata.

Oleh: Azis Khafia

Cek Berita lain di Google News

Baca Lainnya

Lapas Bekasi Luncurkan Sistem Kunjungan Daring, Keluarga Tak Perlu Antre

19 Juni 2026 - 00:10 WIB

Menko Kumham Imipas Buka Ruang Dialog dengan BEM SI

19 Juni 2026 - 00:09 WIB

Kunjungan Ilmiah Perkuat Hubungan Riset Australia-Indonesia

19 Juni 2026 - 00:08 WIB

Camat Bekasi Timur Ajak Masyarakat Dukung Sensus Ekonomi 2026

19 Juni 2026 - 00:02 WIB

Pengamat Desak Penegakan Hukum Kasus Tuper DPRD Bekasi Berbasis Kewenangan

19 Juni 2026 - 00:01 WIB

Trending di News