Menu

Mode Gelap
Baru Dilantik Presiden, Ketua Ombudsman Tersangka Suap Tambang Nikel Anggota DPR Usul Iuran BPJS Kesehatan Digratiskan Pemerintah, MBG Bisa Kolaborasi MUFG, Bangun Sarana Air Bersih untuk Aceh Menteri Ekraf Terima Naskah Akademik PPh Royalti Penjelasan Pemerintah Indonesia dan Kedubes Republik Korea Tentang Travel Advisory BTN JAKIM 2026 Ditargetkan Putar Rp200 Miliar

Pariwisata

Desa Wisata Cisande Masuk 50 Besar ADWI 2021

badge-check


					Desa Wisata Cisande Masuk 50 Besar ADWI 2021 Perbesar

Matras News – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong potensi wisata edukasi peternakan di Desa Wisata Cisande, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Sebagai salah satu bentuk dukungan, Menparekraf Sandiaga memberikan sepasang domba untuk bisa dikembangkan masyarakat.

Menparekraf Sandiaga saat melakukan visitasi 50 desa wisata terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 di Desa Wisata Cisande, Kabupaten Sukabumi, Minggu (5/9/2021), menjelaskan,

Desa Wisata Cisande, Kabupaten Sukabumi, memiliki potensi desa wisata berbasis edukasi peternakan. Desa Wisata Cisande menyuguhkan ragam kegiatan dengan nilai-nilai edukasi peternakan untuk wisatawan, seperti budidaya ikan hias dan lele.  

Namun menurutnya masih ada yang kurang untuk dikembangkan, yakni peternakan domba. Oleh karenanya, ia memberikan sepasang domba yang ia beri nama “AD dan WI” yang diharapkan dapat membantu Desa Wisata Cisande dalam mengembangkan desa wisata berbasis edukasi peternakan. 

Baca Juga : Desa Wisata Perkampungan Budaya Betawi

“Di sini sudah ada perikanan, lalu juga ada agrowisata tetapi peternakan belum lengkap. Oleh karena itu, saya menyumbangkan sepasang domba kepada Desa Wisata Cisande supaya menjadi permodalan wisata edukasi peternakan. Kita kasih nama si AD dan WI, singkatan dari Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021. Harapannya sepasang domba ini menjadi permodalan wisata edukasi peternakan,” ujar Sandiaga. 

Desa Wisata ini juga memiliki potensi kegiatan wisata edukasi lainnya seperti menghias layang-layang caping juga menanam padi. Desa tersebut juga memiliki segudang daya tarik berupa kegiatan outbond flying fox, panahan, river tubing, camping ground serta Bukit Cemara. 

Desa Wisata ini juga menonjolkan nilai budaya setempat dengan menghadirkan taman kuliner yang di dalamnya ada angkringan, warung kopi, dan kegiatan cooking traditional class khas Cisande.

Wisatawan juga dapat berkunjung ke rumah produksi kriya sandal jepit, rumah produksi permainan tradisional khas Cisande, rumah produksi anyaman bambu, rumah produksi abon lele, rumah produksi batik khas kecamatan Cicantayan, Sukabumi serta pakaian khas pangsi.

Baca Juga : Menparekraf Dorong Pengembangan Wisata Sungai di Banjarmasin

Dengan beragam potensi itu, Sandiaga menjelaskan bahwa Desa Wisata Cisande memiliki potensi wisata yang tidak hanya menarik, tapi juga berkelanjutan, punya potensi bersaing dengan desa wisata kelas dunia, hingga mampu mendorong pembangunan daerah kesejahteraan rakyat.

“Desa Wisata ini sebagai peserta dari 1.831 jaringan desa wisata dan Jawa Barat menjadi perwakilan dari 50 desa wisata terbaik. Kita harapkan desa wisata ini dapat membangun Indonesia,” ujar Sandiaga

Sawer Opa-Oma Pemain Marching Band

Saat tiba di Agrowisata Cisande, Menparekraf Sandiaga disambut oleh marching band Opa-Oma, yang pemainnya terdiri dari para lansia. Sandiaga juga menyawer pemain marching band Opa-Oma yang merupakan tradisi dari Desa Cisande. 

“Opa-Oma semangatnya luar biasa sekali dalam mendukung daya tarik wisata di desa ini. Semangatnya patut kita tiru,” ujar Sandiaga. 

Marching band Opa-Oma di Desa ini terbentuk sejak tahun 2015. Tujuan dibentuknya marching band ini adalah sebagai daya tarik di Desa Wisata Cisande. Uniknya, para pemain marching band Opa-Oma yang rata-rata berusia 50-70 tahun ini sebelumnya tidak memiliki pengalaman sebagai pemain marching band di usia muda. 

Selanjutnya, Sandiaga juga menjumpai booth souvenir fesyen (baju tani atau pangsi), kriya yang berupa kerajinan tangan bambu, bunga lipat dari uang, caping. Ia juga melihat proses pembuatan makanan khas Cisande, dan turut mencoba membuat nasi di tungku dan menggoreng comro bersama ibu-ibu setempat. 

Sandiaga juga menyempatkan untuk memberi makan ikan dan bermain panah, hingga menerbangkan layang-layang bersama anak-anak di Desa Cisande. 

Baca Lainnya

Festival Layangan Parangtritis: Merayakan Keindahan Langit dan Pantai

19 Juli 2023 - 12:01 WIB

Menyelami Keindahan Telaga Saat: Destinasi Wisata Alam yang Menenangkan di Puncak Bogor

19 Juli 2023 - 00:10 WIB

Menkominfo Ajak Masyarakat Tingkatkan Kreatifitas & Inovasi, Jadikan Labuan Bajo Destinasi Premium

16 Agustus 2022 - 00:14 WIB

Pariwisata Indonesia Raih Peringkat ke-32 Besar Dunia Menurut WEF

31 Mei 2022 - 00:46 WIB

Jelajahin Livin Sanur Fest 2022, Upaya Bangkitkan Kembali Pariwisata Bali

18 Mei 2022 - 00:14 WIB

Trending di Event