Menu

Mode Gelap

Gaya Hidup Sehat

Diabetes, Mother of Diseases: Ancaman dari Ujung Rambut hingga Ujung Kaki

badge-check


					Diabetes, Mother of Diseases: Ancaman dari Ujung Rambut hingga Ujung Kaki Perbesar

MATRASNEWS, JAKARTA – Diabetes mellitus tidak sekadar penyakit gula darah tinggi. Kondisi ini disebut sebagai “ibu dari segala penyakit” (mother of diseases) yang dapat memicu komplikasi serius di hampir seluruh organ tubuh, dari otak hingga kaki.

Peringatan ini disampaikan oleh Primaya Hospital PGI Cikini dalam rangka memperingati Hari Diabetes Sedunia, seiring dengan tren peningkatan kasus, termasuk pada usia muda.

Deasy Natalia Adriana, Sp.PD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital PGI Cikini, menjelaskan, “Diabetes adalah penyakit yang menyerang pembuluh darah di seluruh tubuh. Kerusakan inilah yang memicu komplikasi seperti stroke, kebutaan, penyakit jantung, gagal ginjal, hingga luka kronis yang berisiko amputasi.”

IKLAN BANNER HOTEL BOUTIQUE KEMAYORAN

Ancaman Global dan Nasional

Data global memproyeksikan 1 dari 8 orang dewasa akan hidup dengan diabetes pada 2050. Di Indonesia, lebih dari 20 juta orang mengidap diabetes, dan angka ini diprediksi melonjak menjadi 28,6 juta pada 2045. Yang mengkhawatirkan, data tahun 2022 mencatat 13.311 kasus Diabetes Tipe 1 di Indonesia diderita oleh anak dan remaja di bawah 20 tahun.

“Saya pernah menangani pasien Diabetes Tipe 2 usia 27 tahun. Pola hidup tidak sehat, konsumsi tinggi gula dan lemak, serta stres, mempercepat kemunculannya di usia produktif,” tambah dr. Deasy.

Deteksi Dini dan Pencegahan

Diabetes ditandai dengan gejala klasik 3P: Poliuri (sering buang air kecil), Polidipsi (sering haus), dan Polifagi (sering lapar). Faktor risikonya terbagi menjadi yang tidak dapat diubah, seperti usia dan keturunan, dan yang dapat dikendalikan, seperti berat badan, pola makan, dan aktivitas fisik.

Meski tidak dapat disembuhkan, diabetes dapat dikendalikan. “Skrining dini melalui pemeriksaan penyakit dalam dan laboratorium sangat penting. Pengendalian utama adalah dengan penerapan pola hidup sehat: menjaga pola makan seimbang, rutin berolahraga, tidak merokok, dan memantau gula darah secara berkala,” pungkas dr. Deasy.

Dengan edukasi, deteksi dini, dan perubahan gaya hidup, diharapkan laju peningkatan kasus diabetes dan komplikasinya dapat ditekan, sehingga masyarakat dapat terhindar dari ancaman penyakit yang merusak dari ujung rambut hingga ujung kaki ini.

Cek Berita lain di Google News

Baca Lainnya

Fitri Renuat: Memberikan Layanan Terbaik dengan Sepenuh Hati dan Keikhlasan

1 Desember 2025 - 00:54 WIB

Fitri Renuat Memberikan Layanan Terbaik dengan Sepenuh Hati dan Keikhlasan

Hari Kesehatan Nasional, Wali Kota Bekasi Tegaskan Hidup Sehat adalah Gerakan Kolaboratif

1 Desember 2025 - 00:41 WIB

Hari Kesehatan Nasional, Wali Kota Bekasi Tegaskan Hidup Sehat adalah Gerakan Kolaboratif

Primaya Hospital Raih Penghargaan Indonesia Best Managed Companies 2025

24 November 2025 - 00:25 WIB

Primaya Hospital Raih Penghargaan Indonesia Best Managed Companies 2025

Menkes Tegaskan Rumah Sakit Wajib Terima Pasien Gawat Darurat Tanpa KTP

24 November 2025 - 00:07 WIB

Menkes Tegaskan Rumah Sakit Wajib Terima Pasien Gawat Darurat Tanpa KTP

Menteri Kesehatan Ajak ASN Perangi Perut Buncit dengan Lari Bareng Wamenkes

24 November 2025 - 00:01 WIB

Menteri Kesehatan Ajak ASN Perangi Perut Buncit dengan Lari Bareng Wamenkes
Trending di Gaya Hidup Sehat
error: Matras News
KLAN-BANNER-HOTEL-BOUTIQUE-KEMAYORAN