Ia menjelaskan, pembekalan ini bertujuan agar para lansia dapat mencapai kategori smart, sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat sesuai dengan tujuh dimensi lansia tangguh.
“Cita-cita kami di DPPKB, mereka tidak menjadi beban keluarga atau pemerintah, tetapi justru berdaya guna. Ini sejalan dengan target Wali Kota Bekasi untuk mewisuda minimal 3.000 lansia dalam standar 1, 2, dan 3 tahun ini,” tambah dr. Johny.
Johny mengapresiasi antusiasme peserta yang terus meningkat. Awalnya jumlah siswa tercatat 514 orang, kini melonjak menjadi 600 orang.
“Peminatnya banyak, terbukti dari kenaikan jumlah siswa. Kami berharap ke depannya program ini bisa mendapat dukungan pendanaan lebih dari Pemerintah Kota Bekasi karena saat ini masih bersifat non-budgeter, baru sebatas penyediaan snack,” ungkap dr. Johny.
Dengan adanya Sekolah Lansia ini, Pemerintah Kota Bekasi optimistis pembinaan terhadap lansia dapat berjalan maksimal dan mencakup lebih banyak warga di masa mendatang.
Ikuti berita terkini di Google News, klik di sini.







