MatrasNews, Jakarta – Di tengah pesatnya perkembangan digital dan menguatnya tren investasi berkelanjutan, kecakapan mengelola uang jajan saja tidak lagi cukup bagi generasi muda. Literasi finansial yang komprehensif menjadi kunci kesiapan menghadapi tantangan ekonomi masa depan.
Merespons hal ini, Universitas Prasetiya Mulya melalui Finance and Investment Society (FIS) menghadirkan pendekatan berbeda dalam edukasi keuangan. Mahasiswa tidak hanya diajarkan teori, tetapi juga dilatih untuk berpikir kritis dan kreatif dalam menavigasi dinamika keuangan digital.
Christian Thomas, Ketua Panitia FIS, menegaskan bahwa konferensi yang mereka selenggarakan berfokus pada sektor keuangan dan inovasi terbaru industri. “Lebih dari itu, kami berharap dapat menginspirasi generasi muda untuk menjadi motor perubahan di era keuangan baru,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Kamis (4/9).

Pendapat senada disampaikan Benedictus Prasetya Soegiopranoto, Ketua Himpunan Mahasiswa FIS. Ia menekankan peran besar anak muda dalam membentuk masa depan ekonomi bangsa. “FIS berkomitmen untuk menjadi wadah inspirasi, jejaring, dan diskusi kritis bagi mahasiswa,” ujarnya.
Melalui berbagai ruang belajar seperti diskusi, kolaborasi dengan profesional industri, hingga simulasi praktik, mahasiswa diajak memahami bahwa literasi finansial melampaui sekadar hitungan angka. Ia adalah keterampilan hidup (life skill) untuk mengelola masa depan dengan lebih bijak.
Berdasarkan semangat tersebut, berikut tiga hal penting yang harus diperhatikan generasi muda untuk melek finansial:
- Ikuti Perkembangan Digitalisasi Keuangan, agar tidak tertinggal dengan tren dan teknologi baru di industri.
- Perhatikan Investasi Berkelanjutan, karena masa depan ekonomi akan banyak bergantung pada praktik bisnis dan investasi yang bertanggung jawab.
- Berani Berinovasi dan Berkolaborasi, sebab generasi muda bukan hanya pengguna, tetapi juga calon pencipta solusi keuangan di era digital.












