Menu

Mode Gelap
Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi Borong Aspirasi Warga Kaliabang Tengah DPRD Kota Bekasi, Kamil Syaikhu Dorong Percepatan Perda Sampah dan Pelatihan Disabilitas DPRD Kota Bekasi Arif Rahman Hakim Soroti Banjir dan Nasib Juru Parkir DPRD Kota Bekasi, Evi Mafriningsianti Dorong Aspirasi Masyarakat Sejalan dengan Fokus Belanja Pemerintah Rano Karno: Jakarta dan Cianjur Tak Boleh Jalan Sendiri Restoran A.RA.SA di Ascott Menteng Jakarta Hadirkan Santapan Ramadan Eksklusif

Bisnis

Industri Hotel dan Restoran Miliki Peran Strategis Dorong Subsektor Kreatif

badge-check


					Industri Hotel dan Restoran Miliki Peran Strategis Dorong Subsektor Kreatif Perbesar

MATRASNEWS, JAKARTA – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar menekankan bahwa industri perhotelan dan restoran punya peran strategis dalam mendorong subsektor kreatif, baik melalui penggunaan karya lokal maupun penyediaan ruang kurasi. Wamen Ekraf Irene menyebut hotel sebagai ‘kanvas’ yang mampu menampilkan identitas Indonesia melalui pendekatan storynomics.

“Di ekonomi kreatif kita sangat mendorong seluruh ekosistem untuk creating something that’s called as storynomics. Storynomics ini sangat relevan terhadap hotel karena hotel merupakan salah satu kanvas untuk memperlihatkan keberagaman yang ada di Indonesia. Itu yang bisa menarik wisatawan untuk memilih hotel yang mana,” kata Wamen Ekraf Irene saat memberikan sambutan dalam Musyawarah Daerah (Musda) XVI Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPD PHRI) DKI Jakarta di Hotel Aston City, Jakarta, yang diselenggarakan pada Jumat, 5 Desember 2025.

Turut hadir dalam acara ini yaitu Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan DKI Jakarta Andhika Permata, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Suharini Eliawati, serta jajaran pengurus PHRI.

Forum ini mengangkat tema ‘Meningkatkan Daya Saing Industri Hotel dan Restoran Menyongsong 5 Abad Jakarta’ sebagai momentum memperkuat kontribusi sektor hospitality terhadap pembangunan ekonomi kreatif nasional.

Kementerian Ekraf memaparkan sejumlah peluang integrasi antara industri perhotelan dan kekayaan intelektual lokal, mulai dari penyediaan kamar tematik, menghadirkan gim dalam negeri, hingga menampilkan boardgame karya kreator Indonesia.

Model kolaborasi tersebut dinilai mampu memberikan nilai tambah bagi hotel sekaligus memperkuat industri kreatif sebagai mesin ekonomi baru. Wamen Ekraf Irene juga mendorong pelaku hotel dan restoran untuk mulai mengadopsi pendekatan ekonomi kreatif tanpa mengorbankan aspek bisnis.

Menurutnya Ekonomi Kreatif adalah sebuah ‘harta karun’ yang berisi 17 subsektor Ini adalah strategi bisnis. Mengkolaborasikan Ekraf ke dalam industri perhotelan secara langsung akan Menciptakan Unique Selling Proposition (USP), Menghasilkan Earned Media, serta Menarik Quality Market.

“Yang kita harapkan dari teman-teman, supaya kita bisa mulai mendorong industri kreatif dengan berkolaborasi untuk meningkatkan ekonomi. Karena ekonomi kreatif bukan sebuah hobi. Ekonomi kreatif adalah penggerak ekonomi. Kita sebagai government, we are here to support and facilitate,” kata Wamen Ekraf Irene, dilansir dari siaran pers Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemen Ekraf).

Dalam forum tersebut, Sekretaris Deputi Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata, Ari Prasetio, menyampaikan perkembangan terkini sektor pariwisata. Hingga Oktober 2025, Indonesia mencatat 12,75 juta kunjungan wisatawan mancanegara atau sekitar 87 persen dari target tahunan. Peningkatan ini dinilai sebagai bukti bahwa pemulihan pariwisata berlangsung secara konsisten dan terarah.

Sementara itu Ketua Umum BPP (Badan Pimpinan Pusat) PHRI, Hariyadi B. Sukamdani, menegaskan pentingnya posisi Jakarta sebagai pintu gerbang utama pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Jakarta punya potensi luar biasa dan kita menginginkan kesuksesan Jakarta ini bisa menjadi kesuksesan kita bersama untuk mengangkat Indonesia melalui Jakarta jadi salah satu panggung dunia untuk kemajuan pariwisata kita dan ekonomi kreatif budaya kita,” harapnya.

Musda XVI PHRI DKI Jakarta menjadi wadah konsolidasi pemangku kepentingan perhotelan dan restoran dalam mempersiapkan daya saing industri menyambut 500 tahun Jakarta. Kehadiran Wamen Ekraf mempertegas komitmen pemerintah dalam memperkuat sinergi antara sektor hospitality dan ekosistem kreatif Indonesia.

 

Baca Lainnya

DANA Jadi Representasi Industri Teknologi Finansial Indonesia di Panggung Global

13 Februari 2026 - 00:02 WIB

DANA Jadi Representasi Industri Teknologi Finansial Indonesia di Panggung Global

Sasa Bumbu Kaldu Dukung Pengusaha Basreng Naik Kelas dengan Program Sasa Food Service Solution

12 Februari 2026 - 00:03 WIB

Sasa Bumbu Kaldu Dukung Pengusaha Basreng Naik Kelas dengan Program Sasa Food Service Solution

Run Fam & Splash Imlek Festival 2026 di WaterBoom Lippo Cikarang

10 Februari 2026 - 03:00 WIB

Run Fam & Splash Imlek Festival 2026 di WaterBoom Lippo Cikarang

Pelanggan XLSMART Hadirkan Disney+ Lewat Aplikasi myXL, AxisNet dan SATU ON by XL SATU

10 Februari 2026 - 00:11 WIB

Pelanggan XLSMART Hadirkan Disney+ Lewat Aplikasi myXL, AxisNet dan SATU ON by XL SATU

Bank Danamon, Adira Finance, dan MUFG Kembali Dukung IIMS Jakarta 2026

10 Februari 2026 - 00:02 WIB

Bank Danamon, Adira Finance, dan MUFG Kembali Dukung IIMS Jakarta 2026
Trending di Bisnis
error: Matras News