Menu

Mode Gelap
Rusia Siap Bangun Kilang & Storage Minyak di Indonesia BPSDMP Genjot Sosialisasi SIPENCATAR 2026 Polres Metro Bekasi Kota Ungkap 80 Kasus Narkoba Capai Rp2,57 Miliar Baru Dilantik Presiden, Ketua Ombudsman Tersangka Suap Tambang Nikel Anggota DPR Usul Iuran BPJS Kesehatan Digratiskan Pemerintah, MBG Bisa Kolaborasi MUFG, Bangun Sarana Air Bersih untuk Aceh

Info Akademia

Inovasi Pengembangan Desa Digital pada Kabupaten Pandeglang Menuju Desa Mandiri dengan Digitalisasi

badge-check


					Inovasi Pengembangan Desa Digital pada Kabupaten Pandeglang Menuju Desa Mandiri dengan Digitalisasi Perbesar

Matras News Kemajuan teknologi dan informasi saat ini telah perlahan mengubah wajah dunia. Didalam perubahan ini tentunya akan mengubah arah  beberapa aspek kehidupan khususnya di Indonesia, dimana aspek sosial kemasyarakatan, ekonomi, dan juga pendidikan akan menyesuaikan perubahan tersebut. Dimasa sekarang ini, masyarakat Indonesia tidak lagi dapat melepaskan diri dari kegiatan komunikasi berbasis internet dan pesatnya perkembangan teknologi. Dalam hal tersebut pemerintah berupaya untuk membangun dan mengembangkan infrastruktur kepada seluruh wilayah di Indonesia, termasuk daerah 3T.

Namun, upaya tersebut tidak akan berjalan lancar jika seluruh elemen termasuk di dalamnya masyarakat, tidak berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur tersebut. Oleh karena itu diperlukan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam peningkatan pembangunan infrastruktur suatu wilayah agar terwujudnya desa yang mandiri.

Demikian kesimpulan dalam diskusi webinar Ngobrol Bareng Legislator yang diselenggarakan oleh APTIKA Kominfo dan DPR RI, dengan tema “Menjadikan Desa Mandiri dengan Digitalisasu”, yang diadakan di Jakarta, pada Senin (18/4). Webinar ini juga diikuti oleh peserta yang bergerak dalam Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari Kabupaten Pandeglang secara daring, melalui Zoom Virtual.

Dirjen Aplikasi Informatika, Semuel A. Pangarepan mengatakan, kehadiran teknologi digital sebagai kehidupan bermasyarakat kian mempertegas bahwa kita sedang di era percepatan transformasi digital. Survei nasional literasi digital yang ditemukan tahun lalu menemukan bahwa, saat ini indeks literasi digital masyarakat Indonesia masih berada pada angka 3,49 dari skala 5, yang artinya masih dengan katagori sedang, belum mencapai katagori baik “Oleh karena itu, menjadi tugas kita bersama untuk membekali masyarakat kita dengan kemampuan literasi digital, agar selalu siap dalam mengawal percepatan transformasi digital secara nasional”. Ujarnya (18/4).

Desa mandiri merupakan desa maju yang memiliki kemampuan dalam meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat desa dengan ketahanan sosial, ekonomi dan ketahanan ekologi secara berkelanjutan. Komisi 1 DPR RI, Rizki Aulia Rahman Natakusumah mengatakan, pemanfaatan digitalisasi merupakan inovasi baik dalam membangun desa mandiri “Salah satu yang kami harapkan agar desa dapat berkontribusi kepada pembangunan, ialah desa dapat memasarkan budaya yang ada dengan memanfaatkan teknologi, agenda yang dilaksanakan secara virtual menunjukkan bahwa sudah cukup pesat perkembangan teknologi yang ada di Kabupaten Pandeglang, walaupun masih banyak yang cukup terkendala. Inti yang harus kita perkuat dalam perkembangan digitalisasi ini adalah penguatan sinyal. Karena masih banyak saudara-saudara yang belum menikmati pemanfaatan dari akses telekomunikasi tersebut”. Katanya (14/4).

Kemudian, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Pandeglag, Drs. Doni Hermawan menjelaskan terkait Badan Permusyawaratan Desa (BPD yang merupakan badan yang bertugas dalam menampung aspirasi masyarakat. “BPD harus berusaha menggali dan menyalurkan aspirasi masyarakat yang dibutuhkan di desa, dan potensi apa yang baik dalam pengembangan desa. Kami berharap di zaman era digital ini, rekan-rekan BPD dapat ber-akselerasi terhadap kemajuan teknologi melalui pengembangan desa digital”.

Dalam kesempatan tersebut, Drs. Doni Hermawan juga memaparkan mengenai faktor penting yang perlu diperhatikan dan diawasi oleh BPD dalam pembangunan desa, yang meliputi pemanfaatan sumber daya alam dan sektor-sektor potensial, secara produktif, efisien, dan efektif, pembangunan infrastruktur dan sarana pembangunan, peningkatan kemampuan sumber daya manusia, dan penataan dan pemanfaatan tata ruang pembangunan secara optimal.

(her)

Baca Lainnya

Mutiara Faiza Siswi MAN Insan Cendekia Tembus 7 Kampus Dunia, Dapat Beasiswa 80 Persen ke Jepang

14 April 2026 - 00:01 WIB

Anies Baswedan: Pendidikan Tinggi Tidak Boleh Hanya Berorientasi pada Kecakapan Teknis

13 April 2026 - 01:17 WIB

Anies Baswedan Pendidikan Tinggi Tidak Boleh Hanya Berorientasi Pada Kecakapan Teknis

AYIMUN 2026 Digelar di Kota Bekasi, Semangat Kolaborasi dan Kepemudaan

13 April 2026 - 01:14 WIB

AYIMUN 2026 Digelar di Kota Bekasi, Semangat Kolaborasi dan Kepemudaan

SMAN 1 Klaten Wakili Jateng di LCC MPR Tingkat Nasional

13 April 2026 - 00:38 WIB

Hasil Sementara TKA SMP: Mirip dengan SMA, Numerasi Jadi Sorotan

13 April 2026 - 00:01 WIB

Trending di Info Akademia