Menu

Mode Gelap
Matras News dan Pullman Jakarta Central Park Perkuat Sinergi Media Jakarta Gaungkan SDGs Lewat Museum, Target 2030 Makin Dekat Pertamina Patra Niaga Kerek Turun Harga Bright Gas, Insentif Konsumen di Tengah Dinamika Pasar Stasiun Pengisian Daya BRT Bandung Mulai Dibangun, Hibah dari Korsel Krisis Lahan TPU Jatisari Kian Kritis, Dinas Perkimtan Kota Bekasi Siapkan Strategi Darurat Kejari Kota Bekasi Tahan Kabid Pasar Tersangka Pungli MCK Bantargebang

Bisnis

Iperindo Siap Bangun Kapal untuk Kebutuhan Dalam Negeri

badge-check

Iperindo Siap Bangun Kapal untuk Kebutuhan Dalam Negeri Perbesar

Matras News, Jakarta – Institusi Perkapalan dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) siap membangun kapal yang dibutuhkan di dalam negeri dalam rangka mewujudkan visi Indonesia emas 2045.

Organisasi tempat berhimpunnya pengusaha galangan kapal nasional tersebut meminta pemerintah  memprioritaskan galangan kapal dalam negeri untuk  membangun kapal yang dibiayai oleh APBN, BUMN bahkan perusahaan swasta.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Iperindo Anita Puji Utami pada Rapat Kerja Nasional Iperindo tahun 2024 yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu, 11 Desember 2024.

Anita menjelaskan anggota Iperindo telah menyediakan setidaknya 36.000 dock space kapal per tahun untuk mendukung kegiatan reparasi kapal. Saat ini, tingkat utilisasi dock space untuk reparasi masih relatif rendah.

Selain itu, katanya, Iperindo juga menyiapkan 900 dock space kapal per tahun untuk kegiatan new ship building. Dock space tersebut saat ini sebagian besar masih menganggur akibat order kapal yang sepi. “Kami berharap dock space ini bisa diisi oleh proyek-proyek APBN, BUMN dan perusahaan swasta,” katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Reza memberikan tantangan kepada industri galangan kapal anggota Iperindo untuk meningkatkan konstribusi industri galangan kapal terhadap produk domestik bruto (PDB) menjadi 1% guna menopang pertumbuhan ekonomi 8% yang ditargetkan Presiden Prabowo Subianto.

Dia menjelaskan konstribusi industri kapal saat ini masih sangat kecil terhadap PDB yakni  hanya 0,69% sehingga  industri perkapalan nasional harus menjadi salah satu konsen Pemerintah untuk menopang target  pertumbuhan ekonomi yang diinginkan.

“Dari angka konstribusi 0,69% pada tahun 2023, kita harus hitung investasi yang diperlukan  untuk meningkatkan menjadi  1%. Skema pembiayaan dan nilai investasinya berapa serta apa saja regulasi yang dibutuhkan dan  harus disiapkan,” ujarnya.

Ketua Dewan Pembina Iperindo Bambang Harjo mengatakan tidak kurang dari 190.000 unit kapal pada pelayaran global yang melintasi perairan Indonesia setiap tahun melalui jalur ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia).

Potensi tersebut baru bisa ditangkap oleh galangan kapal Singapura, Malaysia, Vietnam dan sebagian kecil oleh galanga  Batam. “Indonesia harus bisa ambil peluang itu dengan mengembangkan galangan kapal lebih optimal,” katanya.

Dia meminta agar lembaga keuangan dan perbankan memberikan kemudahan permodalan kepada industri galangan kapal nasional. “Perlu dorongan pemerintah dan DPR agar perbankan mau membiayai galangan dengan rate yang jauh lebih kecil dibanding industri manufaktur di darat,” katanya.

Rakernas Iperindo dibuka oleh Wakil Menteri Perindustrian Faisol Reza dan dihadiri Ketua Dewan Penasehat Iperindo Bambang Harjo yang juga anggota DPR RI, para pengurus pusat dan cabang serta anggota Iperibdo se-Indonesia maupun para mitra.

Pada Rakernas tersebut juga dilaksanakan seminar nasional tentang Kemandirian Industri Perkapalan Menuju Indonesia Emas 2045 serta peluncuran Buku Direktori Iperindo 2024.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Beras Organik Jatiluwih dari Warisan Alam

13 Juli 2026 - 00:07 WIB

Beras Organik Jatiluwih dari Warisan Alam

Pojok Warung Dablong Buka Cabang Kedua di Transera Waterpark

10 Juli 2026 - 16:38 WIB

Pelita Air Bawa Semangat Harapan Lewat Musikal Senja Teduh Pelita

10 Juli 2026 - 12:53 WIB

Kemnaker dan HIPMI Jaya Teken MoU Perkuat Kompetensi Tenaga Kerja

10 Juli 2026 - 01:10 WIB

Libur Sekolah, Pelita Air dan Patra Hotels Hadirkan Paket Wisata Terintegrasi

9 Juli 2026 - 17:07 WIB

Trending di Bisnis