Menu

Mode Gelap
SKB Tujuh Menteri Terbitkan Aturan Pemanfaatan AI di Pendidikan Polri Siagakan 161.000 Personel, Layanan Darurat 110 Disiapkan DKI Jakarta Gelar Imunisasi Kejar Campak Serentak Sepanjang Maret 2026 Mata Rantai Penyelundupan Satwa ke Thailand Terungkap Anggota DPRD Jabar Ahmad Faisyal Kawal Anggaran Infrastruktur Pembangunan Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi Global Geopark Indonesia oleh UNESCO

News

Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi Global Geopark Indonesia oleh UNESCO

badge-check


					FOTO: Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Perbesar

FOTO: Kementerian Pariwisata (Kemenpar)

MATRASNEWS, JAKARTA – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong para pengelola geopark serta seluruh pemangku kepentingan untuk mempersiapkan secara optimal sejumlah aspek yang diperlukan dalam proses revalidasi Geopark Indonesia oleh UNESCO Global Geopark (UGGp) dalam waktu dekat.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan proses revalidasi UGGp dan validasi Aspiring UGGp tahun 2026 merupakan momentum penting dan strategis bagi Indonesia. Menurutnya, geopark di Indonesia bukan sekadar destinasi pariwisata, tetapi juga ekosistem yang menyatukan berbagai dimensi pembangunan berkelanjutan.

“Geopark merupakan ekosistem yang saling berkesinambungan dan menjaga keseimbangan antara konservasi, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan pariwisata yang bertanggung jawab,” kata Menpar Widiyanti dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 6 Maret 2026.

Ia menjelaskan geopark memiliki tiga peran utama bagi pengembangan sektor pariwisata nasional. Pertama, sebagai destinasi wisata berbasis alam dan ilmu pengetahuan.

Kedua, sebagai penggerak ekonomi masyarakat lokal. Ketiga, sebagai model pengembangan pariwisata berkelanjutan yang mengintegrasikan pelestarian alam dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Karena itu, pengembangan geopark sangat sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pariwisata dalam membangun destinasi yang berkualitas, berkelanjutan, dan berdaya saing global,” sambungnya.

Untuk itu, Widiyanti mendorong pemerintah daerah serta para pemangku kepentingan terkait agar mempersiapkan proses revalidasi UGGp dan validasi Aspiring UGGp tahun 2026 secara maksimal.

Upaya tersebut juga sejalan dengan arah pembangunan pariwisata nasional sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang menegaskan pentingnya pengembangan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.

Menurut Widiyanti, status UNESCO Global Geopark bukan sekadar simbol atau pengakuan internasional. Status tersebut merupakan cerminan komitmen Indonesia dalam mengelola warisan geologi, budaya, dan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan geopark.

Karena itu, proses revalidasi harus dimaknai sebagai evaluasi menyeluruh terhadap kualitas tata kelola, efektivitas program, serta sinergi lintas sektor yang telah dibangun selama ini.

“Geopark menjadi salah satu pilar penting dalam diversifikasi atraksi pariwisata. Bappenas bahkan menargetkan Indonesia memiliki 17 UNESCO Global Geopark pada 2029, dan sektor pariwisata akan menjadi motor penggerak pemanfaatannya,” ucap Widiyanti.

Baca Lainnya

SKB Tujuh Menteri Terbitkan Aturan Pemanfaatan AI di Pendidikan

13 Maret 2026 - 03:04 WIB

Polri Siagakan 161.000 Personel, Layanan Darurat 110 Disiapkan

13 Maret 2026 - 02:57 WIB

Mata Rantai Penyelundupan Satwa ke Thailand Terungkap

13 Maret 2026 - 00:58 WIB

Anggota DPRD Jabar Ahmad Faisyal Kawal Anggaran Infrastruktur Pembangunan

13 Maret 2026 - 00:56 WIB

Anggota DPRD Jabar Ahmad Faisyal Kawal Anggaran Infrastruktur Pembangunan

Peringati HUT Kota Bekasi, Kecamatan Jatiasih Gelar Tasyakuran dan Santunan 74 Yatim

13 Maret 2026 - 00:44 WIB

Peringati HUT Kota Bekasi, Kecamatan Jatiasih Gelar Tasyakuran dan Santunan 74 Yatim
Trending di News