Dalam rangka mempersiapkan proses tersebut, Kemenpar telah menggelar rapat koordinasi persiapan Revalidasi UGGp dan Validasi Aspiring UGGp secara daring pada Kamis, 5 Maret 2026.
Rapat tersebut bertujuan menyatukan visi dan langkah strategis antar pemangku kepentingan, termasuk pembagian peran yang jelas serta penyusunan lini masa kerja yang terukur.
Widiyanti menekankan bahwa seluruh proses persiapan perlu dilaksanakan secara terencana, kolaboratif, dan berkelanjutan dengan komitmen penuh dari seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan.
Dengan sinergi yang kuat, diharapkan proses revalidasi dan validasi geopark tahun ini dapat berjalan optimal, sekaligus mempertahankan status green card bagi geopark yang telah diakui UNESCO serta mendorong geopark yang sedang dalam tahap pengajuan untuk memperoleh pengakuan global.
“Melalui kerja sama yang solid, kita optimistis dapat mempertahankan status green card bagi geopark yang telah terdaftar serta mendorong aspiring geopark Bojonegoro dan Ranah Minang Silokek untuk memperoleh pengakuan sebagai bagian dari UNESCO Global Geoparks tahun ini,” tutur Menteri Widiyanti.
Ikuti berita terkini di Google News, klik di sini.











