Yang menarik, pendekatan kolaborasi ini tidak hanya bersifat domestik. Kemenpora mengaku telah menjalin komunikasi dengan delapan negara, termasuk AS, Tiongkok, dan Jepang, serta berkoordinasi dengan PBB. Langkah ini memastikan standar pengembangan pemuda Indonesia memiliki rujukan global, sekaligus membuka peluang pertukaran program.
Erick Thohir menyebut, terobosan ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. “Pemuda produktif adalah modal ekonomi nasional. Kami ingin mereka bukan hanya siap, tetapi juga menjadi penggerak inovasi dan kemandirian,” tegasnya.
Ikuti berita terkini di Google News













Komentar ditutup.