Politisi itu menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto berkomitmen membuka akses pembiayaan seluas-luasnya. Ia menyebut perubahan arah ekonomi nasional dari model liberal menuju Ekonomi Pancasila mengutamakan pemerataan, keadilan, dan kesejahteraan bersama. “Tidak tertutup kemungkinan kalau Ekonomi Pancasila ini bergerak dengan baik, maka akan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Saleh mengungkapkan masih banyak pelaku usaha mengadu kesulitan mendapatkan modal, bahkan baru memperoleh bantuan setelah intervensi DPR. “Artinya, ada beberapa hal yang belum dilaksanakan kementerian terkait untuk benar-benar menyalurkan permodalan,” jelasnya.
Ia meminta pemerintah menyampaikan secara terbuka kendala penyaluran modal, baik dari sisi regulasi, kesiapan lembaga pemberi pembiayaan, maupun kondisi pelaku usaha. Saleh meminta Kementerian UMKM melakukan pendataan kebutuhan anggaran secara komprehensif agar strategi penyaluran tepat sasaran.

Penguatan UMKM dan pemerataan akses pembiayaan ini menjadi bagian dari upaya mendukung Asta Cita Presiden Prabowo dalam memperkuat ekonomi inklusif menuju Indonesia Emas 2045.
Ikuti berita terkini di Google News












Komentar ditutup.