Matras News, Bekasi – Warga Kota Bekasi tidak henti-hentinya menyuarakan kerinduan mereka terhadap kondisi angkutan kota (Angkot) yang kondisinya lebih baik saat ini.
Melihat latarbelakang tersebut, matrasnews.com mencoba menemui sejumlah warga Kota Bekasi yang sering menggunakan angkot sebagai sarana transportasi setiap harinya.
Haryati misalnya, dirinya mengaku cukup risih melihat kondisi angkot di Kota Bekasi yang kondisi atau tampilan fisiknya tidak memberikan kesan yang nyaman saat dinaiki.
“Jujur ya mas, saya dari dulu kerap menjadikan angkot sebagai sarana transportasi utama saat berbelanja ke pasar maupun ke sejumlah tempat lainnya.
Tapi, saat ini, saya sangat prihatin melihat kondisi angkot seperti tidak terurus, banyak yang harus diremajakan,” ucap Haryati pada, Sabtu 7 September 2024.
Hal tersebut bukan tanpa alasan diucapkan Haryati. Ia masih ingat betul ketika angkot di daerah tempat tinggalnya menjadi primadona warga saat akan berangkat bekerja maupun bagi pelajar saat akan berangkat ke sekolah.
“Dulu, saya sering mengantar anak ke depan gang hanya sekedar ingin menemani menunggu angkotnya sejak matahari belum bersinar dan disana sudah banyak penumpang yang menunggu, bahkan harus berebut naik saat angkot tiba,” katanya sambil mengenang kejayaan angkot kala itu.
Hal senada juga diutarakan Hardoko. Ia masih ingat betul saat dirinya masih menempuh pendidikan di bangku sekolah SMA.
Hampir setiap hari, ia harus berlomba menaiki angkot di pagi hari dengan warga lainnya.
“Ya intinya, saya ingin bernostalgia dengan angkot yang kala itu menjadi pilihan utama saat akan pergi ke sekolah. Seru sih, harus menunggu pagi-pagi, pas udah datang angkotnya, harus berebut pula naiknya,” tutur pria yang akrab disapa Koko tersebut.
Saat ini, aku Koko, dirinya cukup prihatin dengan kondisi angkot yang sepertinya tidak terawat dengan baik, mulai bodi atau badan kendaraan yang penyok hingga tidak nyaman saat dinaiki oleh penumpang.
“Prihatin aja sih mas, kalau melihat kondisinya saat ini.
Ditambah lagi, keberadaan angkotnya mulai tersisihkan dengan angkutan online.
Mudah-mudahan ada solusi, agar angkotnya bisa terus bertahan, supirnya bisa mendapatkan penghasilan, dan bisa menjadi primadona lagi bagi warga,” harapnya.
Koko berharap agar Pemkot, dinas maupun stakeholder terkait yang bersinggungan langsung dengan permasalahan transportasi tersebut di Kota Bekasi bisa duduk bersama mencarikan titik temu yang solutif dari permasalahan yang ada.
“Harus duduk bersama, agar ada solusi dari permasalahan yang saat ini sudah berlarut-larut,” terangnya.
Terpisah, amggota legislatif (Aleg) terpilih dari Fraksi Partai PKS, Kamil Syaikhu, mendukung revitalisasi angkutan kota (Angkot) di Kota Bekasi.
Menurut Kamil, langkah ini perlu dilakukan sebagai upaya untuk memberikan kenyamanan dan keamanan berkendara saat warga menggunakan moda trasnportasi darat tersebut.
“Saya sangat mendukung adanya revitalisasi angkot di Kota Bekasi agar menjadi lebih baik lagi, baik dari fasilitas kendaraannya dan lain sebagainya,” terang Kamil Syaikhu.
Kami Syaikhu juga berpandangan bahwa saat ini kondisi angkot beberapa diantara memang tidak layak pakai dan kurang nyaman dinaiki oleh penumpang.
Sambung dia, oleh karena itu, harus ada perubahan yang signifikan terkait keberadaan angkot tersebut dengan adanya revitalisasi angkot di Kota Bekasi “Kita ketahui beberapa angkot boleh dibilang sudah tidak layak pakai dan membuat penumpangnya tidak nyaman.
Untuk itu, saya sangat mendukung adanya revitalisasi tersebut,” tegasnya.
Baik Haryati maupun Hardoko, menjadi sebuah gambaran kecil bahwa warga Kota Bekasi masih merindukan keberadaan sarana transportasi darat.
Seperti angkutan kota (Angkot) yang diremajakan dengan kondisi yang lebih humanis, tidak menguarkan asap, duduk nyaman hingga menjadi salah satu moda transportasi darat pilihan warga Kota Bekasi untuk beraktivitas.











