Menu

Mode Gelap
Generasi Muda Wajib Upgrade Skill Hadapi Disrupsi AI Kritik SPAI: Potongan Ojol Tembus 24%, Tak Sesuai Perpres Potensi Transaksi Produk Pangan Indonesia di Taiwan Tembus Rp89,5 Miliar Menghemat Konsumsi Energi Rumah Tangga dengan Samsung AI Energy Mode ASEAN4TB Symposium 2026 Perkuat Riset TB di Asia Tenggara APPBI Gelar Pameran Puspa Nuswantara 2026

News

KPU Sambut Aspirasi Masyarakat Peduli Pemilu Kota Bekasi

badge-check

KPU Sambut Aspirasi Masyarakat Peduli Pemilu Kota Bekasi Perbesar

Matras News, Bekasi – KPU Kota Bekasi telah selesai menggelar perhitungan rekapitulasi suara Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi pada Pemilukada serentak 2024 tingkat Kota Bekasi pada, Jumat 6 Desember 2024.

Pada hari ke empat perhitungan rekapitulasi, sejumlah masa yang mengatasnamakan Masyarakat Peduli Pemilu Kota BeKasi, menggelar aksi unjuk rasa di depan hotel Merapi Merbabu.

Kehadiran sejumlah masa tersebut menuntut untuk meningkatkan kualitas demokrasi politik di Kota Bekasi secara profesional serta independent dan jujur dalam pelaksanaan Pilkada 2024.

Sejumlah masa tersebut disambut baik oleh Ketua KPU Kota Bekasi, Ali Syaifa.

Dalam sambutannya dihadapan peserta aksi penyampaian pendapat, Ketua KPU Kota Bekasi, Ali Syaifa menegaskan, KPU Kota Bekasi juga sama apa yang tuntut oleh rekan-rekan, yakni ingin meningkatkan kualitas politik dan demokrasi di Kota Bekasi, tegasnya.

“KPU Kota Bekasi sudah pasti menjalankan dengan sebaik-baiknya dan seprofesional mungkin. Saya (red- Ali Syaifa) mewakili teman-teman KPU Kota Bekasi, sepanjang kami melaksanakan tahapan pilkada 2024 sejak bulan Maret sampai hari ini (6/12/2024), silakan di cek dimana kami tidak professional dan tidak transparan, terang, Ali.

Jika ada temuan, tegas Ali, jangan ragu-ragu laporkan kepada pihak-pihak yang berwenang, agar melakukan proses dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh oknum yang di maksud, papar Ali.

“Kalau ada bukti dan sudah ada buktinya silakan di tindak lanjuti dengan mekanisme yang ada. Akan tetapi kami ingatkan, jangan sampai dugaan-dugaan tersebut pada akhirnya tidak memiliki dasar, hal tersebut bentuk dari pada “fitnah”, kata Ali.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Generasi Muda Wajib Upgrade Skill Hadapi Disrupsi AI

3 Juli 2026 - 10:05 WIB

Kritik SPAI: Potongan Ojol Tembus 24%, Tak Sesuai Perpres

3 Juli 2026 - 00:40 WIB

Menghemat Konsumsi Energi Rumah Tangga dengan Samsung AI Energy Mode

3 Juli 2026 - 00:01 WIB

Dugaan Penipuan Fatwa Halal untuk Kripto, Korban Rugi Rp1,8 Miliar

2 Juli 2026 - 00:06 WIB

Tiga Dekade Menanti Keadilan, Komnas HAM Bawa Kasus PRD/SMID ke DPR

2 Juli 2026 - 00:05 WIB

Trending di News