Menu

Mode Gelap
Ribuan Lansia dan Pelajar Bekasi Pecahkan Rekor MURI Tulis Mushaf Al-Qur’an 69.232 Tiket Kapal Laut Gratis Mudik Lebaran 2026 Rute Aceh Hingga Jayapura Tiga Bibit Siklon Tropis Picu Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia Industri Asuransi Disiapkan Garap Potensi Besar di Sektor Hulu Migas Susi Susanti Prihatin atas Dugaan Kekerasan Seksual Atlet Panjat Tebing IBCA MMA Kota Bekasi Matangkan Persiapan Menuju Porprov 2026

News

Masyarakat Cerdas Berbasis Data melalui Literasi Statistik

badge-check


					Masyarakat Cerdas Berbasis Data melalui Literasi Statistik Perbesar

Matras News, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) berkolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memperkuat literasi data di Indonesia.

Langkah itu diharapkan dapat membangun kesadaran masyarakat dalam mengambil keputusan berbasis data, sekaligus mendorong kebijakan pemerintah yang lebih akurat.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan pentingnya peningkatan pemahaman data di kalangan masyarakat dan pemangku kebijakan. “Kita masih sering membuat keputusan berdasarkan asumsi, bukan data.

Padahal, kebijakan yang tepat harus didukung fakta statistik yang valid,” ujarnya dalam acara diskusi dengan kolaborasi dengan BPS yang juga dihadiri sejumlah pimpinan redaksi media nasional di Plataran Senayan, Jakarta pada, Senin 28 April 2025.

Kolaborasi itu sejalan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan BPS sebagai pusat pengelolaan data nasional, khususnya di bidang sosial ekonomi.

Meutya menambahkan, peran media sangat krusial dalam menyampaikan informasi statistik secara tepat dan mudah dipahami. “Media adalah jembatan antara data teknis dan pemahaman publik,” katanya.

Kepala BPS Amalia Adininggar menyoroti masih banyaknya miskonsepsi masyarakat terhadap istilah statistik.

Ia mencontohkan, PDB per kapita sering disalahartikan sebagai gaji rata-rata, padahal indikator tersebut mengukur nilai ekonomi per penduduk, bukan pendapatan individu.

“Kami ingin masyarakat tidak lagi keliru memahami data. Literasi statistik harus ditingkatkan agar tidak terjadi misinterpretasi,” tegas Amalia.

Dalam acara tersebut, BPS membagikan booklet berisi produk statistik terbaru sebagai bahan edukasi. Amalia berharap media dapat membantu mengemas data dengan bahasa yang lebih sederhana tanpa mengorbankan akurasi.

“Dengan penyajian yang komunikatif, masyarakat akan lebih mudah mencerna informasi berbasis data,” ujarnya.

Meutya menambahkan, upaya ini merupakan langkah awal menciptakan masyarakat cerdas data, di mana setiap keputusan baik di level individu maupun kebijakan public didasarkan pada fakta yang terukur.

“Kolaborasi antara pemerintah, BPS, dan media adalah kunci untuk mewujudkan Indonesia yang lebih melek data,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ribuan Lansia dan Pelajar Bekasi Pecahkan Rekor MURI Tulis Mushaf Al-Qur’an

7 Maret 2026 - 03:11 WIB

Ribuan Lansia dan Pelajar Bekasi Pecahkan Rekor MURI Tulis Mushaf Al-Qur'an

69.232 Tiket Kapal Laut Gratis Mudik Lebaran 2026 Rute Aceh Hingga Jayapura

7 Maret 2026 - 02:57 WIB

69.232 Tiket Kapal Laut Gratis Mudik Lebaran 2026 Rute Aceh Hingga Jayapura

Tiga Bibit Siklon Tropis Picu Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia

7 Maret 2026 - 02:39 WIB

Tiga Bibit Siklon Tropis Picu Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia

Situasi Geopolitik Timur Tengah dan Global Jadi Sorotan, Kondisi Pariwisata Bali Masih Stabil

6 Maret 2026 - 02:09 WIB

Situasi Geopolitik Timur Tengah dan Global Jadi Sorotan, Kondisi Pariwisata Bali Masih Stabil

PGE Serahkan Dokumen Teknis PLTP Bukit Daun ke PLN

6 Maret 2026 - 02:00 WIB

PGE Serahkan Dokumen Teknis PLTP Bukit Daun ke PLN
Trending di News