Menu ✖

Breaking News

News

Masyarakat Cerdas Berbasis Data melalui Literasi Statistik

badge-check

Masyarakat Cerdas Berbasis Data melalui Literasi Statistik Perbesar

Matras News, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) berkolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memperkuat literasi data di Indonesia.

Langkah itu diharapkan dapat membangun kesadaran masyarakat dalam mengambil keputusan berbasis data, sekaligus mendorong kebijakan pemerintah yang lebih akurat.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan pentingnya peningkatan pemahaman data di kalangan masyarakat dan pemangku kebijakan. “Kita masih sering membuat keputusan berdasarkan asumsi, bukan data.

Padahal, kebijakan yang tepat harus didukung fakta statistik yang valid,” ujarnya dalam acara diskusi dengan kolaborasi dengan BPS yang juga dihadiri sejumlah pimpinan redaksi media nasional di Plataran Senayan, Jakarta pada, Senin 28 April 2025.

Kolaborasi itu sejalan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan BPS sebagai pusat pengelolaan data nasional, khususnya di bidang sosial ekonomi.

Meutya menambahkan, peran media sangat krusial dalam menyampaikan informasi statistik secara tepat dan mudah dipahami. “Media adalah jembatan antara data teknis dan pemahaman publik,” katanya.

Kepala BPS Amalia Adininggar menyoroti masih banyaknya miskonsepsi masyarakat terhadap istilah statistik.

Ia mencontohkan, PDB per kapita sering disalahartikan sebagai gaji rata-rata, padahal indikator tersebut mengukur nilai ekonomi per penduduk, bukan pendapatan individu.

“Kami ingin masyarakat tidak lagi keliru memahami data. Literasi statistik harus ditingkatkan agar tidak terjadi misinterpretasi,” tegas Amalia.

Dalam acara tersebut, BPS membagikan booklet berisi produk statistik terbaru sebagai bahan edukasi. Amalia berharap media dapat membantu mengemas data dengan bahasa yang lebih sederhana tanpa mengorbankan akurasi.

“Dengan penyajian yang komunikatif, masyarakat akan lebih mudah mencerna informasi berbasis data,” ujarnya.

Meutya menambahkan, upaya ini merupakan langkah awal menciptakan masyarakat cerdas data, di mana setiap keputusan baik di level individu maupun kebijakan public didasarkan pada fakta yang terukur.

“Kolaborasi antara pemerintah, BPS, dan media adalah kunci untuk mewujudkan Indonesia yang lebih melek data,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Perketat Pengawasan Kendaraan ODOL di Pelabuhan Tanjung Perak

19 Okt 2026 - 11:41 WIB

Perketat Pengawasan Kendaraan ODOL di Pelabuhan Tanjung Perak

Kadinsos Dampingi Kemensos RI Open House Sekolah Rakyat Kota Bekasi

19 Okt 2026 - 00:04 WIB

Kadinsos Dampingi Kemensos RI Open House Sekolah Rakyat Kota Bekasi

Pramono Resmikan Masjid Apung An-Nur Ancol, Tampung 900 Jemaah

17 Okt 2026 - 00:11 WIB

Pramono Resmikan Masjid Apung An-Nur Ancol, Tampung 900 Jemaah

Penerimaan Cukai Tembus Rp240,1 Triliun

16 Okt 2026 - 05:26 WIB

Penerimaan Cukai Tembus Rp240,1 Triliun

Pertamina Imbau Warga Bali Tak Timbun BBM Subsidi saat Distribusi Kembali Normal

16 Okt 2026 - 05:24 WIB

Pertamina Imbau Warga Bali Tak Timbun BBM Subsidi saat Distribusi Kembali Normal
Trending di News