Menu

Mode Gelap
Warga Bekasi Laporkan Kepala Dukcapil ke Polisi atas Dugaan Pemalsuan Akta Cerai Nusantara Explorer, Kereta Mewah Karya Anak Bangsa Terminal Tipe A Alam Barajo Terus Tingkatkan Layanan dan Optimalisasi Aset FBI Kembalikan Ratusan Artefak dan Jasad Leluhur Indonesia ke Pangkuan Tanah Air Aliansi Ormas Beri Ultimatum 2 Pekan ke Plt Bupati Bekasi Masa Depan Ekonomi Halal Indonesia: Antara Potensi dan Tantangan Tata Kelola

News

Menaker Akui Tingkat Pengangguran Masih Menjadi PR Yang Harus Dipecahkan

badge-check

Foto: Menteri Tenaga Kerja, Prof. Yassierli, ph.D, menghadiri kegiatan rapat kerja nasional (Rakernas) Asosiasi Perhimpunan Human Resources Indonesia (ASPHRI) Perbesar

Foto: Menteri Tenaga Kerja, Prof. Yassierli, ph.D, menghadiri kegiatan rapat kerja nasional (Rakernas) Asosiasi Perhimpunan Human Resources Indonesia (ASPHRI)

Matras News, Bekasi –

Menteri Tenaga Kerja, Prof. Yassierli, ph.D, mengakui bahwa saat ini masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dan salah satunya adalah pengangguran.

Hal tersebut diungkapkannya saat menghadiri kegiatan rapat kerja nasional (Rakernas) Asosiasi Perhimpunan Human Resources Indonesia (ASPHRI) di Java Palace Hotel Jababeka Cikarang, Kabupaten Bekasi, Sabtu 28/6/2025.

“PR kita masih banyak dan salah satunya adalah pengangguran,” terang Yassierli, dihadapan awak media.

Berdasarkan data yang dihimpun Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), selain menghimpun data atau jumlah penyerapan tenaga kerja, juga dihimpun jumlah pengangguran yang ada saat ini.

“Berdasarkan pada survei Agustus 2024 ke Februari 2025, tingkat penganggurannya turun,” tegasnya.

Lanjut Yassierli, pengangguran ini menjadi sebuah tantangan yang harus kita pecahkan bersama-sama, bukan hanya peran serta Kemenaker saja, tetapi juga Pemerintah Daerah melalui pengimplementasian program yang sudah diluncurkan oleh Presiden Republik Indonesia.

“Ini masalah kita yang harus diselesaikan secara bersama-sama ditambah lagi Presiden sudah melaunching sejumlah program dan hal itu bisa diimplementasikan sebagai salah satu solusinya,” katanya.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Warga Bekasi Laporkan Kepala Dukcapil ke Polisi atas Dugaan Pemalsuan Akta Cerai

26 Juli 2026 - 00:50 WIB

Terminal Tipe A Alam Barajo Terus Tingkatkan Layanan dan Optimalisasi Aset

25 Juli 2026 - 02:14 WIB

Aliansi Ormas Beri Ultimatum 2 Pekan ke Plt Bupati Bekasi

24 Juli 2026 - 17:08 WIB

Kejari Bogor Tahan ASN Tersangka Korupsi RSUD Parung Capai Rp9,17 Miliar

24 Juli 2026 - 01:57 WIB

Save the Children: Darurat Perlindungan Anak di Tengah Ancaman Kekerasan dan Ketertinggalan Pendidikan

24 Juli 2026 - 01:17 WIB

Trending di News