Menu

Mode Gelap
Menhub dan Menag Sinergi Lebaran 2026: Masjid Disiapkan Jadi Rest Area Pemudik Kinerja Satu Tahun Pemprov DKI Bertajuk Satu Tahun Membangun Jakarta dari Bawah Kadin Minta Pemerintah Batalkan Impor 105.000 Kendaraan untuk Koperasi Merah Putih Pramono Anung Beri Motivasi 16.920 Penerima Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul MotoGP Pindah dari Phillip Island ke Adelaide Mulai 2027 Swiss-Belhotel International Rebranding Swiss-Belhotel Karawang Jadi Hotel Kelas Atas

Seni & Budaya

Ondel Ondel di Iringi Musik Tradisional

badge-check


					Ondel Ondel di Iringi Musik Tradisional Perbesar

Matras News, Jakarta – Ondel ondel umumnya dibuat dari kayu dengan bagian tubuhnya menggunakan dongdang, yaitu sejenis kurungan ayam yang terbuat dari bambu.

Diameter lingkaran tubuhnya sekitar 1,5 meter, sementara tingginya bisa mencapai 4 meter. Wajahnya dibagi menjadi dua.

Yaitu wajah laki-laki berwarna merah dan perempuan berwarna putih. Tidak ada catatan pasti alasan dua warna tersebut dipilih menjadi warna sepasang ondel-ondel.

Tapi banyak yang meyakini bahwa warna merah dan putih mewakili dwi warna dalam bendera kebangsaan Indonesia.

Merah berarti memiliki semangat juang dan pemberani sementara putih melambangkan kesucian. Agar terkesan menarik.

Kepalanya diberi rambut dengan menggunakan ijuk, tak lupa ditambah dengan hiasan berbagai pernak-pernik.

Mengenakan pakaian adat Betawi dengan warna yang terlihat mencolok. Tubuh bagian depannya diberi rongga kecil sebagai celah bagi penunggang untuk melihat ke luar.

Hal ini penting agar penunggang ondel-ondel tidak kehilangan arah dan mampu bergoyang sesuai irama.

Ondel-ondel juga memiliki goyangan khas yang dikenal dengan nama ngibing, yaitu gerakan memutar tubuh dengan cepat.

Pertunjukan ondel-ondel biasanya diiringi tanjidor atau kelompok orkes kampung, yang terdiri dari beberapa alat musik seperti:

Kendang, gong, kenong, bas, dan sukong sebagai suara melodinya.

Melodi yang keluar dari sukong biasanya lagu-lagu tradisional Betawi, seperti “Kicir-kicir” dan “Jali-jali”.

Hanya saja, seiring perkembangannya, kini ondel-ondel tidak hanya diiringi oleh musik tradisional. Banyak seniman yang juga memadukannya dengan berbagai musik yang sedang populer.

Di tengah gempuran modernisasi dan maraknya dunia hiburan digital , justru tak menyurutkan seniman perajinnya untuk membudidayakan ondel-ondel.

Hanya pada waktu-waktu tertentu saja, seperti pada hari ulang tahun Kota Jakarta dan hari Kemerdekaan 17 Agustus.

Karenanya, dibutuhkan perhatian lebih untuk tetap menjaga dan melestarikan kesenian tradisional asli Betawi ini agar tidak punah tergerus zaman.

 

 

Baca Lainnya

YBUIS dan IPTI Jabar Kolaborasi Rayakan Imlek Bersama Individu Spesial

16 Februari 2026 - 02:46 WIB

YBUIS dan IPTI Jabar Kolaborasi Rayakan Imlek Bersama Individu Spesial

Max Havelaar, Saijah dan Adinda, Oleh: Tammat R. Talaohu Waketum Koordinasi Perekonomian Kadin Maluku

21 Januari 2026 - 15:01 WIB

Max Havelaar, Saijah dan Adinda, Oleh Tammat R. Talaohu Waketum Koordinasi Perekonomian Kadin Maluku

Pemuda Kaum Betawi Apresiasi Kebijakan Gubernur Jakarta Larang Kembang Api

28 Desember 2025 - 14:13 WIB

IMG 20251225 WA0021

Gebyar Seni Budaya Betawi Pukau Penonton dengan Komedi Legendaris Buaya Buntung

23 Desember 2025 - 12:36 WIB

IMG 20251223 WA0001

Pemerintah Tetapkan 514 Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2025

18 Desember 2025 - 00:08 WIB

Pemerintah Tetapkan 514 Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2025
Trending di Seni & Budaya
error: Matras News