Menu

Mode Gelap
Special Olympics Indonesia Ajang Multi Cabor Atlet Disabilitas Tingkat Nasional Menko Yusril Sebut Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Serangan terhadap Demokrasi Produk Mamin dan Horeka Indonesia Raup Transaksi Rp23,79 Miliar Halal Bihalal All You Can Eat Hanya Rp100 Ribu di Hotel 88 Bekasi Hadiri HUT ke-1 Danantara, Menteri Ekraf Siap Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor SDIT Ar-Raudhah Bekasi Gelar Ifthar Ramadan

News

Orang Tua Harus Hadir Secara Emosional di Era Digital untuk Bimbing Remaja

badge-check


					Orang Tua Harus Hadir Secara Emosional di Era Digital untuk Bimbing Remaja Perbesar

MatrasNews, Jakarta – Pengasuhan remaja di era digital menuntut orang tua tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga menjadi pendengar yang peka, pelindung yang sigap, dan teladan yang bijak.

Hal ini ditegaskan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga) BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, dalam webinar Keluarga Bersahaja menyambut HUT ke-80 RI, Selasa (12/8).

“Anak-anak tidak cukup hanya didampingi fisik. Mereka butuh orang tua yang hadir sepenuh hati, mendengarkan, melindungi, dan memberi contoh nyata,” ujar Isyana.

Menurutnya, pengasuhan remaja saat ini lebih kompleks, penuh tekanan, dan sering kali tidak bersahabat bagi kesehatan mental.

Tantangan remaja meliputi kesehatan reproduksi, mental, pergaulan bebas, serta kerenggangan hubungan akibat disrupsi digital. “Gawai seolah menjadi keluarga baru. Pertanyaannya, apakah orang tua masih jadi tempat mereka pulang?” katanya.

Isyana menekankan pentingnya keseimbangan antara kasih sayang, bimbingan, dan literasi teknologi untuk membentuk generasi tangguh menyongsong Indonesia Emas 2045.

Orang tua harus membimbing anak memanfaatkan teknologi untuk belajar, berkarya, dan berinteraksi positif, bukan sekadar membatasi penggunaannya.

Pemerintah telah menguatkan fungsi keluarga melalui Perpres No. 72/2021 tentang Penurunan Stunting dan Rencana Aksi Nasional Literasi Digital. “Contohkan penggunaan gawai bijak di rumah. Itu akan membentuk kebiasaan anak,” pesannya.

Dengan komunikasi terbuka dan pendampingan aktif, remaja diharapkan tumbuh sebagai generasi cerdas, berkarakter, dan siap bersaing global tanpa kehilangan nilai luhur bangsa.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Special Olympics Indonesia Ajang Multi Cabor Atlet Disabilitas Tingkat Nasional

14 Maret 2026 - 03:23 WIB

Special Olympics Indonesia Ajang Multi Cabor Atlet Disabilitas Tingkat Nasional

Menko Yusril Sebut Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Serangan terhadap Demokrasi

14 Maret 2026 - 03:05 WIB

Menko Yusril Sebut Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Serangan terhadap Demokrasi

Halal Bihalal All You Can Eat Hanya Rp100 Ribu di Hotel 88 Bekasi

14 Maret 2026 - 02:37 WIB

Halal Bihalal All You Can Eat Buffet Hanya Rp100 Ribu di Hotel 88 Bekasi

SKB Tujuh Menteri Terbitkan Aturan Pemanfaatan AI di Pendidikan

13 Maret 2026 - 03:04 WIB

Polri Siagakan 161.000 Personel, Layanan Darurat 110 Disiapkan

13 Maret 2026 - 02:57 WIB

Trending di News