MATRASNEWS, BEKASI – Wakil Wali Kota Bekasi, Dr. H. Abdul Harris Bobihoe, M.Si., melaksanakan ibadah shalat Idul Adha 1447 H bersama ribuan jamaah di Masjid Al Mukhlisin, Jalan H. Longkot, Kelurahan Jatiluhur, Kota Bekasi.
Dalam momentum sakral tersebut, Wakil Wali Kota Bekasi ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menyerahkan bantuan kemasyarakatan dari Presiden Republik Indonesia.
Momentum Mempererat Silaturahmi dalam sambutannya, Abdul Harris Bobihoe menekankan bahwa Idul Adha harus menjadi jembatan untuk memperkuat hubungan antara warga.
Nilai pengorbanan dalam berkurban diharapkan bisa diimplementasikan dalam kehidupan sosial sehari-hari.
”Idul Adha bukan sekadar ibadah ritual, melainkan momentum besar untuk mempererat tali silaturahmi antar masyarakat. Melalui semangat berkurban, kita diajarkan untuk saling peduli, berbagi, dan meruntuhkan ego demi kebersamaan. Saya berharap warga Kota Bekasi, khususnya di Jatiluhur, terus menjaga kerukunan dan kekompakan demi kemajuan kota kita tercinta,” ujar Harris Bobihoe saat memberikan statemennya.
Selain memberikan pesan lokal, Wakil Wali Kota Bekasi juga menyampaikan amanat khusus dari Presiden Republik Indonesia, H. Prabowo Subianto.Presiden Prabowo melalui amanatnya menyampaikan bahwa Idul Adha harus dimaknai sebagai wujud nyata kepedulian terhadap seluruh masyarakat Indonesia.
Pemerintah pusat menegaskan komitmen kuat untuk terus mendorong program-program yang menyejahterakan rakyat. Melalui esensi Idul Qurban ini, diharapkan Indonesia dapat tumbuh menjadi bangsa yang semakin maju dan sejahtera.
Penyerahan Sapi Banpres 1,2 Ton Tepat Sasaran sebagai bentuk kepedulian dari pemerintah pusat, Harris Bobihoe menyerahkan secara simbolis Bantuan Presiden (Banpres) berupa satu ekor sapi kurban dengan bobot fantastis mencapai 1,2 ton kepada Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Mukhlisin.Ia menitipkan pesan penting kepada seluruh panitia kurban agar proses pemotongan hingga pembagian berjalan dengan tertib.
Harris menegaskan agar pendistribusian daging kurban dilakukan sesuai syariat Islam dan benar-benar menyasar masyarakat yang paling membutuhkan.
”Penyebaran harus merata dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat di lapangan. Jangan sampai ada warga yang berhak justru terlewatkan,” tutupnya.











