Menu

Mode Gelap
Polres Metro Bekasi Kota Ungkap 80 Kasus Narkoba Capai Rp2,57 Miliar Baru Dilantik Presiden, Ketua Ombudsman Tersangka Suap Tambang Nikel Anggota DPR Usul Iuran BPJS Kesehatan Digratiskan Pemerintah, MBG Bisa Kolaborasi MUFG, Bangun Sarana Air Bersih untuk Aceh Menteri Ekraf Terima Naskah Akademik PPh Royalti Penjelasan Pemerintah Indonesia dan Kedubes Republik Korea Tentang Travel Advisory

News

Pengembangan Konektivitas Transportasi, Menhub Meninjau Bandara Pangsuma

badge-check


					Pengembangan Konektivitas Transportasi, Menhub Meninjau Bandara Pangsuma Perbesar

Matras News – Kawasan perbatasan negara atau kawasan pinggiran Indonesia, mendapat perhatian khusus dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Hingga saat ini Kemenhub terus melakukan pengembangan dan pembangunan konektivitas transportasi di kawasan perbatasan negara atau pinggiran tersebut.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menegaskan hal ini ketika meninjau bandara pangsuma Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat. Tempat-tempat perbatasan atau pinggiran menjadi konsentrasi dilakukannya pembangunan untuk memastikan konektivitas dalam rangka mempersatukan Indonesia.

“Sebagaimana arahan Presiden bahwa konsep pembangunan kita adalah Indonesia Sentris, yaitu tidak hanya di pulau Jawa, tetapi di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Menhub melalui keterangan yang diperoleh Selasa (22/2/2022).

Inilah alasan Menhub memastikan pengembangan Bandara Pangsuma di Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, yang berada di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.

“Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Udara terus melakukan pengembangan Bandara Pangsuma, dalam rangka meningkatkan aspek keselamatan dan pelayanan penerbangan. Serta untuk mendongkrak perekonomian di wilayah Putussibau dan sekitarnya, yang merupakan salah satu daerah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan (3TP),” jelasnya.

Bandara Pangsuma memiliki landas pacu (runway) sepanjang 1.800 m x30 m yang dapat didarati pesawat sejenis ATR-72, dan terminal penumpang seluas 1.020 m2. Pembangunan dilakukan sejak 2014 hingga 2019 dengan total biaya sekitar Rp48 miliar. Pada 2021, kembali dilakukan sejumlah pengembangan yaitu pelapisan runway, taxiway, apron, dan standarisasi runway strip.

(red)

Baca Lainnya

Polres Metro Bekasi Kota Ungkap 80 Kasus Narkoba Capai Rp2,57 Miliar

17 April 2026 - 15:54 WIB

Baru Dilantik Presiden, Ketua Ombudsman Tersangka Suap Tambang Nikel

17 April 2026 - 00:08 WIB

Anggota DPR Usul Iuran BPJS Kesehatan Digratiskan Pemerintah, MBG Bisa

17 April 2026 - 00:07 WIB

Penjelasan Pemerintah Indonesia dan Kedubes Republik Korea Tentang Travel Advisory

17 April 2026 - 00:01 WIB

BYD dan VinFast Rekrut 616 Tenaga Kerja Asal Subang

16 April 2026 - 00:06 WIB

Trending di News