MATRASNEWS, JAKARTA – Kisah hidup penyair legendaris Indonesia, Chairil Anwar yang punya julukan “Si Binatang Jalang,” bakal segera diproduksi ke layar lebar. Kontribusi Chairil Anwar lewat puisi tersohor seperti “Aku,” “Doa,” dan “Derai-Derai Cemara” menjadikannya simbol perlawanan dan kebebasan berpikir. Tanggal wafatnya, 28 April, bahkan ditetapkan sebagai Hari Puisi Nasional.
Rumah produksi Falcon Pictures mengumumkan keseriusannya menggarap film biopik yang diharapkan bisa menghidupkan kembali semangat tokoh sentral Angkatan ’45 tersebut, dimulai tahap awal dengan fokus utama pada pematangan skrip.
“Untuk script development-nya saja butuh satu tahun,” ungkap Frederica dari Falcon Pictures di Jakarta Selatan, dikutip dari Antara, 27 November 2025.
Falcon Pictures berharap film ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga perayaan terhadap warisan sastra dan keberaniannya.
Menurut Frederica, siapa yang duduk di kursi sutradara dan pemeran utama masih dibicarakan.
Menariknya, Falcon Pictures mengajak publik berpartisipasi dengan melontarkan pertanyaan, “Menurut kalian siapa nih yang cocok berperan sebagai Chairil Anwar?” melalui media sosial mereka. Salah satunya lewat akun Instagram @falconpictures.
Respons publik membanjiri kolom komentar, menyebutkan nama-nama aktor besar maupun baru, sambil berharap film ini dapat menyajikan sosok Chairil yang jujur, liar, dan penuh gejolak. Nama Reza Rahadian dan El Putra Sarira termasuk yang paling sering disebut warganet untuk memerankan sang penyair.
Frederica sendiri hanya memberi petunjuk singkat bahwa pemeran Chairil Anwar nanti pastilah seorang “seniman” sejati. Nyala abadi “Si Binatang Jalang” memiliki pengaruh besar dalam kesusastraan Indonesia. Ia dinobatkan oleh H.B. Jassin sebagai pelopor Angkatan ’45, sekaligus puisi modern Indonesia. Chairil Anwar bahkan dianggap berjasa dalam pembaruan puisi Indonesia.
Chairil Anwar diperkirakan telah menulis 96 karya, termasuk 70 puisi. Dia mulai dikenal publik setelah pemuatan puisinya yang berjudul “Nisan” pada tahun 1942, saat usianya 20 tahun. Karya-karyanya yang monumental di antaranya puisi “Aku”, “Derai-Derai Cemara”, “Diponegoro, “Senja di Pelabuhan Kecil” dan “Doa”.
Nama penyair yang wafat pada 1949 ini kembali dikenal luas setelah buku kumpulan puisinya berjudul ‘Aku’ diangkat di film Ada Apa dengan Cinta? (AAdC?) pada 2002 lalu. Sutradara legendaris Indonesia Sjuman Djaya dan produser film AAdC? Mira Lesmana bahkan sempat berencana membuat film tentang Chairil Anwar yang terinpirasi dari buku tersebut tapi tak kunjung terlaksana.
Mira akhirnya membuat film dokumenter singkat tentang Chairil Anwar yang dibawakan Nicholas Saputra dalam seri Maestro Indonesia dan tayang perdana di Youtube pada 2016 lalu.
Cek Berita lain di Google News











