Advertisement Section
Header AD Image
Perbedaan Gejala Stroke dan Jantung, ini Cara Mencegahnya

Perbedaan Gejala Stroke dan Jantung, ini Cara Mencegahnya

Matras News – Serangan jantung dan stroke adalah dua gangguan kesehatan yang sama-sama membahayakan jiwa. Dua penyakit ini berbeda, tapi punya naungan yang sama, yakni penyakit jantung koroner. Perbedaan gejala stroke dan jantung, berikut ini cara mencegahnya

Penyakit jantung koroner adalah sebutan untuk kumpulan berbagai penyakit yang berhubungan dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah. Serangan jantung dan stroke adalah dua di antaranya.

dr. Faizal Pamewa Sp. JP, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari Primaya Hospital Makassar menjelaskan, penyebab stroke dan serangan jantung sama-sama berupa masalah pada pembuluh darah.

Sedangkan menurutnya, pembuluh darah merupakan bagian penting dalam sistem tubuh yang menjadi saluran bagi darah untuk beredar di seluruh tubuh. Ketika pembuluh darah bermasalah, ada konsekuensi yang akan dialami organ tubuh tersebut.

“Jantung memerlukan pasokan darah untuk bisa bekerja normal memompa darah ke seluruh tubuh. Serangan jantung terjadi ketika aliran darah menuju jantung terhambat sehingga membuat otot jantung bekerja lebih keras,” ujar dr. Faizal, Makassar, Jumat (10/5/2024).

Seiring dengan waktu, dipaparkan olehnya, otot jantung akan melemah dan rusak. Penyebab terhambatnya aliran darah itu adalah tumpukan plak yang terdiri atas kolesterol dan zat lain di dalam pembuluh darah arteri.

“Bila plak terus menumpuk, pembuluh darah bisa tersumbat total dan menyebabkan serangan jantung akibat rusaknya otot jantung lantaran tak mendapat suplai darah yang dibutuhkan,” kata dr. Faizal.

Mirip dengan serangan jantung, stroke bisa terjadi akibat adanya masalah dalam suplai darah. Tapi, berbeda dengan serangan jantung, stroke disebabkan oleh terhambatnya aliran darah menuju otak.

“Gangguan pasokan darah ini biasanya disebabkan oleh sumbatan atau kerusakan pembuluh darah di otak, membuat jaringan otak tak bisa memperoleh pasokan oksigen yang diperlukan. Bila hal itu terjadi, sel-sel akan mati dan terjadi stroke,” ungkapnya.

Baik serangan jantung maupun stroke dapat terjadi secara mendadak dalam hitungan detik hingga menit. Orang yang tampak bugar bisa tiba-tiba kolaps dengan gejala serangan jantung atau stroke.

“Gejala dua problem kesehatan ini berbeda. Namun keduanya sama-sama membutuhkan penanganan secepatnya untuk menyelamatkan nyawa orang yang mengalaminya,” paparnya.

Gejala serangan jantung bisa muncul tiba-tiba, tapi bisa pula terakumulasi dalam periode waktu tertentu yang lebih panjang. Gejala serangan jantung mungkin berlainan antara satu orang dan orang lain.

“Gejala yang paling umum seperti Dada terasa berat atau nyeri, Tiba-tiba merasa nyeri di lengan, bahu, rahang, hingga punggung, Sesak napas atau napas pendek, Tubuh terasa lemas, Kepala pusing, hingga pingsan,” tukasnya.

Gejala tersebut mungkin disertai beberapa gejala lain, seperti kelelahan yang tidak biasa, mual, atau muntah. Tak jarang gejala-gejala tersebut disalahpahami sebagai tanda gangguan kesehatan lain, seperti maag atau penyakit asam lambung.

“Sedangkan untuk Gejala stroke misalnya merasa pusing tiba-tiba, bagian atas tubuh hingga wajah mati rasa, kpala terasa sangat sakit, pandangan mata mendadak kabur baik, sulit berbicara atau memahami perkataan orang lain,” ucapnya.

Gejala stroke yang bisa muncul tanpa tanda-tanda awal membutuhkan perhatian ekstra demi keselamatan nyawa penderitanya. Ada tiga hal utama yang perlu diperhatikan ketika curiga seseorang terkena stroke, yaitu wajah, lengan, dan kemampuan komunikasi orang tersebut.

Serangan jantung bisa terjadi secepat kilat tanpa kita sadari sebelumnya. Namun pada dasarnya selalu ada pertanda bahwa terdapat masalah dalam tubuh manusia. Perhatikan apakah ada nyeri dada yang tidak biasa.

“Kita harus memahami tubuh dengan mencoba merasakan pertanda tersebut. Serangan jantung tidak selalu langsung berdampak fatal. Tak jarang serangan jantung ringan terjadi beberapa kali dulu hingga kemudian muncul serangan yang lebih hebat,” katanya.

Metode untuk mengidentifikasi gejala serangan jantung bergantung pada kemampuan kita untuk memahami tubuh sendiri. Lihat apakah ada faktor risiko yang meningkatkan potensi terkena serangan jantung. Bila ada, kelola faktor risiko itu dengan bantuan dokter di rumah sakit jantung sebelum muncul gejala serangan jantung berat.

Memahami tubuh juga menjadi kunci untuk mengidentifikasi gejala stroke. Namun ada satu metode khusus bernama FAST buat mengenali gejala stroke dan mengambil tindakan secepatnya, yakni:

• Facial drooping: wajah melelai atau terkulai ke bawah.

• Arm weakness: lengan terasa lemah.

• Speech difficulties: kesulitan berbicara.

• Time: waktu sangat penting untuk menyelamatkan nyawa orang yang menunjukkan gejala stroke.

“Stroke dan serangan jantung adalah penyakit yang bisa dicegah. Tanpa perlu menunggu gejala, kita sebaiknya mendatangi dokter bila mendapati ada faktor risiko yang berkaitan dengan kedua penyakit tersebut,” pungkas dr. Faizal.