Menu

Mode Gelap
Matras News dan Pullman Jakarta Central Park Perkuat Sinergi Media Jakarta Gaungkan SDGs Lewat Museum, Target 2030 Makin Dekat Pertamina Patra Niaga Kerek Turun Harga Bright Gas, Insentif Konsumen di Tengah Dinamika Pasar Stasiun Pengisian Daya BRT Bandung Mulai Dibangun, Hibah dari Korsel Krisis Lahan TPU Jatisari Kian Kritis, Dinas Perkimtan Kota Bekasi Siapkan Strategi Darurat Kejari Kota Bekasi Tahan Kabid Pasar Tersangka Pungli MCK Bantargebang

News

Pesawat Latih FASI Jatuh di Bogor, Marsekal Pertama TNI AU Tewas

badge-check

Pesawat Latih FASI Jatuh di Bogor, Marsekal Pertama TNI AU Tewas Perbesar

MatrasNews, Bogor – Pesawat latih sipil bermerek Microlight Fixedwing Quicksilver GT500 dengan registrasi PK-S126 milik Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) mengalami kecelakaan di kawasan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (3/8/2025). Insiden ini menewaskan seorang perwira tinggi TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama Fajar Andriyanto.

Menurut keterangan resmi Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama I Nyoman Suadnyana, pesawat lepas landas dari Lanud Atang Sendjaja pukul 09.08 WIB untuk misi latihan profisiensi penerbangan olahraga dirgantara. Latihan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan dan pemeliharaan kemampuan penerbang.

“Sebelum terbang, pesawat telah menjalani inspeksi teknis dan dinyatakan layak operasi,” ujar Nyoman dalam rilis tertulis, Minggu.

Namun, sekitar pukul 09.19 WIB, pesawat dilaporkan hilang kontak dan kemudian ditemukan jatuh di sekitar Tempat Pemakaman Umum (TPU) Astana, Ciampea. Tim SAR segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

“Kedua awak pesawat berhasil dievakuasi dan dibawa ke RSAU dr. M. Hassan Toto, Bogor. Namun, Marsekal Pertama Fajar Andriyanto dinyatakan meninggal dunia saat tiba di rumah sakit,” jelas Nyoman.

Saat ini, penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan oleh tim gabungan TNI AU, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), dan pihak terkait. Pesawat Microlight Quicksilver GT500 dikenal sebagai pesawat ultralight yang sering digunakan untuk pelatihan penerbangan dasar dan olahraga udara.

Marsekal Pertama Fajar Andriyanto merupakan perwira tinggi TNI AU dengan sejumlah jabatan strategis sebelumnya. Insiden ini menjadi duka mendalam bagi jajaran TNI AU dan komunitas penerbangan sipil Indonesia.

Tim SAR gabungan TNI, Polri, dan Basarnas bekerja cepat mengevakuasi reruntuhan pesawat. Lokasi kejadian sempat dipadati warga sebelum diamankan aparat.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Nugraha Gumilar menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Marsekal Fajar. “Kami berduka atas kepergian salah satu prajurit terbaik TNI AU. Semoga keluarga diberi ketabahan,” ujarnya.

Jenazah almarhum akan dibawa ke RSPAU dr. Esnawan Antariksa, Jakarta, untuk proses lebih lanjut. Presiden Joko Widodo turut menyampaikan duka citanya melalui akun media sosial.

“Saya turut berduka atas meninggalnya Marsekal Pertama Fajar Andriyanto. Dedikasinya bagi bangsa dan dunia penerbangan Indonesia akan selalu dikenang,” tulisnya.

Insiden ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap operasi pesawat latih, meski telah memenuhi syarat kelayakan. Hasil investigasi KNKT diharapkan memberikan rekomendasi pencegahan kecelakaan serupa di masa depan.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Pertamina Patra Niaga Kerek Turun Harga Bright Gas, Insentif Konsumen di Tengah Dinamika Pasar

16 Juli 2026 - 01:02 WIB

Stasiun Pengisian Daya BRT Bandung Mulai Dibangun, Hibah dari Korsel

16 Juli 2026 - 00:59 WIB

Krisis Lahan TPU Jatisari Kian Kritis, Dinas Perkimtan Kota Bekasi Siapkan Strategi Darurat

16 Juli 2026 - 00:47 WIB

Kejari Kota Bekasi Tahan Kabid Pasar Tersangka Pungli MCK Bantargebang

15 Juli 2026 - 18:20 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Perkuat PEKA, Ahli Waris Dibekali Jiwa Wirausaha

15 Juli 2026 - 02:00 WIB

Trending di News